Hajatan Tetangga
Atapnya pun seng berkarat.
Ada juga rasa sedih melihat rumah itu roboh, di sini dulu tempat kami memulai hidup berkeluarga. Dulu sebelum perumahan masuk kami bagaikan tinggal di hutan. Tak ada tetangga, tetangga terdekat jaraknya satu kilometer. Jalan menuju kemari memang sudah bagus sejak dulu, karena ada perumahan di ujung jalan. Waktu itu suami mengajak beberapa keluarga tinggal di sini, mereka menggarap tanah. Jagung jadi pilihan tanaman mereka.
Mungkin karena kasihan melihat aku tinggal sendiri di sini, suami bangun pondok untuk tiga keluarga itu, akhirnya ada temanku.