Young Wife For My Father
“Kalian tega banget tau, tega banget. Bisa-bisanya ninggalin aku sendirian di sini. Kalian nggak kasihan apa sama aku, lihat rumah ini tuh udah kayak rumah hantu. Sepi, gelap dan sendiri. Aku hanya sendiri. Kalian berencana pergi berdua, kenapa tidak ajak aja aku sekalian. KENAPA TIDAK SEKALIAN, HAH!”
Karina beranjak dari duduknya, bediri dengan pose menantang pada foto besar itu. Matanya mulai terasa panas dan perlahan lelehan air mata membasahi pipinya. “Jangan mati berdua, ajak aku juga. AJAK AKU JUGAA!”