Aku sering memikirkan apakah ucapan perpisahan singkat untuk sahabat harus lucu atau tidak, dan jawabannya bagiku bergantung pada momen yang ingin dikenang.
Kalau suasana perpisahan memang santai dan biasa dipenuhi canda, selipan humor bisa membuat semua orang pulang dengan senyum. Kadang lelucon kecil yang cuma dimengerti oleh kalian berdua justru jadi kenangan yang terus dibagikan. Tapi hati-hati: humor itu punya nuansa. Kalau salah timing atau menyentuh hal sensitif, cuma bikin canggung.
Di sisi lain, perpisahan juga kadang butuh kehangatan yang raw dan sederhana — kalimat singkat yang tulus bisa jauh lebih berkesan daripada punchline. Jadi aku biasanya memilih kombinasi: satu baris lucu yang ringan, lalu satu kalimat hangat yang nyata. Itu terasa seperti menutup bab dengan gaya yang sama seperti kalian menjalani hari-hari: penuh tawa, tapi tetap saling hadir. Akhirnya, selera kalian yang paling tahu apa yang pas, dan rasa tulus itu yang paling penting buatku.