For Husband
Lalu tanganku dibawanya untuk dikecup.
“Kamu bidadariku. Kamu aku jadikan istri, untuk aku bahagiakan. Maaf atas keegoisanku sayang,” katanya tulus. Aku hanya tersenyum kecil. Dasar lelaki, ingatnya hanya selangkangan saja. Batinku menjerit kesal.
Belakangan ini, aku jadi suka membatin kepada suamiku sendiri. Hah maafkan aku tuhan, ampuni hambamu ini. Batinku lagi dengan wajah murung.
Hot Chapters