Red in Us
Kalau tak sedang dalam keadaan terburu-buru, mungkin Rabu sudah menertawai cara Katha berkomunikasi.
“Maaf, ya, Tha,” ujar Rabu saat taksi sudah melaju di malam yang larut.
Jalanan Jepang tetap terang meski orang-orang sudah tak tampak banyak yang beraktivitas. Hanya terlihat beberapa yang berjalan sempoyongan di pinggir jalan. Budaya minum memang bukan suatu hal yang aneh di Jepang.
“Maaf apa, deh, lo, Bu,” sahut Katha dia menggenggam tangan Rabu di atas paha lelaki itu, mencoba menyalurkan kekuatan yang dia tak tahu tersampaikan atau tidak.
Hot Chapters