Satria Roh Suci
“Nyawamu.”
“Nyawa temanku,” tiimpal Rawai Tingkis, “juga pedangku …” sambungnya lagi.
Ki Sundur Langit rasanya ingin berteriak mendengar jawaban tersebut. Entah apakah Rawai Tingkis benar-benar bodoh, lugu, atau polos, tapi yang jelas sifat ini bisa membuat dirinya sengsara seumur hidup.
“Dengar, tidak semua orang yang kau anggap teman akan membalas kebaikanmu, jadi berhati-hatilah, karena musuh terbesar biasanya adalah teman sendiri …”
Hot Chapters