The Crown Prince, Sang Putra Mahkota
Barry mengangkat alis tinggi-tinggi.
"You so cruel, Barry. Lagipula sudah cukup lama kamu tidak beredar di grup kita, kamu seolah-olah hilang dari peredaran. Ke mana saja?"
Aku sibuk merayu Kania, batin Barry, tentu saja ia tak berani mengatakannya langsung.
"Aku sibuk dengan urusan pekerjaan, tanggung jawab baru."
"Well, yeah, aku sudah mendengar, kamu sudah diangkat menjadi chairman di perusahaan papa kamu, kan? It’s awesome."
Hot Chapters