Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KARMA

KARMA

POV Lingga Jika ada seseorang bertanya, bagaimana perasaanmu? Aku akan menjawab, ada senang, dan juga ada sedih. Kenapa senang? Sebab aku tidak jadi menikah dengan perempuan yang tidak aku cintai. Lalu, apa yang membuatmu sedih? Maka aku akan menjawab, gadis yang aku cinta dan inginkan, menolak untuk menikahiku. Apa kamu akan menyerah? Aku akan menjawab, aku tidak akan menyerah. Perasaan cintaku padanya, tidak mungkin salah. Aku tahu, dia menolak pernikahan ini bukan tanpa sebab. Justru, penolakannya, membuatku semakin mengaguminya. Dengan begitu, Rara bukanlah gadis egois, dia masih memikirkan hati perasaan seseorang yang harus dijaga.
9.7204.4K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as raises the bar
Show Reviews (33)
Read
+Library
Widya Vitaloka
Thor cerita ny jangan dbelit belitkan pake ada art baru lagi, mau cerita nya yg indah indah saja ya Thor biar cepat tamat nya. udah 1 tahun lebih Lo novel ni gak kelar. dari saya lahiran mpe umur anak saya 1 tahun. jangan tambah di lamain ya Thor, di habisin cepet aj cerita ny, indah hidup bahagiaaa
Yen Lamour
Ceritanya bagus, setiap perbuatan pasti akan ada balasannya, semangat terus ya kak thor ^^ izin numpang promo ya, ada yg suka mafia romance? Yuk mampir juga ke tempatku. Siapa tahu ada yg suka. Terima kasih ya kak thor & kakak semuanya ^_^
Read All Reviews
Ratu barbarku

Ratu barbarku

Otakku terlalu lemot, perlu ku isi batrei agar lebih kencang. "Baiklah, langkah awal apa yang harus aku lakukan?" Tanyaku tidak sabar. Para dayang hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Aku tau, aku memang menggemaskan sehingga mengundang senyuman untuk kalian, tapi stop! Kita tidak punya waktu untuk itu. "Ayo cepat katakan. Aku harus melakukan apa sebagai calon pengantin?" Dayang Utari mendekatiku.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as raises the bar
Read
+Library
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

ucapnya pelan. Kanaya membuka matanya perlahan. Matanya terasa bengkak. Ia mengangguk dan perlahan bangkit dari tempat tidurnya. Rahma membantunya berdiri. Kepala Kanaya sangat berat. Ia tak sanggup untuk berjalan. Melihat Kanaya yang tampak kesakitan, Rahma membantunya untuk berjalan menuju kamar mandi.
10269 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as raises the bar
Read
+Library
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

Setiap pujian keluar tepat sasaran, setiap kata terasa manis, terlalu manis untuk tulus. “Kakak benar-benar hebat,” ujar Gu Qiang suatu malam sambil mengangkat cangkir teh. “Bisnis bisa sebesar ini di usia sekarang, aku sungguh kagum.” Zhang Guang tersenyum puas. “Itu hasil kerja keras bertahun-tahun.”
589 viewsOn holdAdded to Library 14 Times as raises the bar
Read
+Library
Difficult

Difficult

Menekan tombol memanggil, mencoba peruntungan dengan Fransiska. “Masih bangun? Bisa ketemu?”
6.6K viewsCompletedAdded to Library 225 Times as raises the bar
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Raut muka Ashton tenang, namun kilau matanya berbahaya. "Hukum tertinggi Bareksa adalah melindungi. Mutlak. Nggak bisa digantikan, nggak bisa diwakilkan. Kamu udah tahu itu. Jadi, sekali lagi kamu ngomong gitu, aku yang bakal potong lidah kamu. Ngerti?" Nala tidak mengira Ashton semarah itu. Ia menganggukkan kepala dengan gugup. Lebih baik menghindari perselisihan dengan orang seperti Ashton, apalagi Nala mengetahui dengan baik seperti apa kemampuan pemuda itu.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as raises the bar
Read
+Library
Greedy

Greedy

Padahal, Joy sangat senang dengan pesta. Sedangkan Bara, tentu saja dia merasa marah. Ia tidak terima adiknya bisa mengungguli dirinya sampai setingggi itu. Bara harus menyumpal telinganya agar tidak mendengar perkataan orang-orang yang akan membanding-bandingkan dirinya dengan adiknya. Tapi, di sisi lain juga ia merasa senang karena keluarganya saat ini mencapai puncak kejayaannya. Jika bisa, ia tidak akan mengikuti pesta yang akan dilakukan Papanya.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as raises the bar
Read
+Library
BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

Untuk wanita dengan tinggi hanya 155 cm tentu akan sedikit kesulitan menggapai sisi tertinggi tempat Bara menyimpan teh dan kopinya. “Maaf,” ujar Nilam dengan wajah memerah. Di hadapannya sudah ada 5 cangkir berisi gula. “Ini terlalu tinggi.” Bara berdeham pelan. Lalu tanpa kata, ia langsung mengambilkan kotak teh itu dan memberikannya kepada Nilam. Sigap, otaknya mulai membuat catatan, kelak ia akan membuat kabinet yang lebih rendah atau setidaknya menyediakan undakan kecil yang bisa digunakan wanita itu di dapur.
8.817.9K viewsCompletedAdded to Library 393 Times as raises the bar
Read
+Library
B A R C O D E

B A R C O D E

"Sayang sekali. Saya akan menaruhnya di bagian Anhänger terbawah. Bagaimana menurut Anda, Maddie? Gadis ini tidak bisa diharapakan." Maddie menaruh gelas yang berisikan teh hangat dengan anggun, lalu mulai berbicara sambil berdiri. "Anda salah besar jika menaruhnya di bagian bawah. Wild Florist adalah kekuatan yang sangat langka ditemukan. Justru, level satunya sudah sangat berbahaya. Jika ada sesuatu yang memancing amarahnya, maka akar liar mampu menghancurkan satu atau dua gedung. Kekuatan tersebut melebihi dari tenaga gurita yang sedang marah. Saya mengerti jelas tentang kekuatan ini, karena dulu ada Anhänger yang sejenis seperti ini."
1.8K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as raises the bar
Read
+Library
Barra's Mine

Barra's Mine

Suara bariton pria itu menyentak Senna dari keterkejutannya. "Baik, seperti yang kau lihat." Senna seolah kehilangan kosakata. Namun, dia menekan semua ketakutan dalam dirinya. Tidak, dia tak boleh terlalu terbawa suasana apa lagi sampai terlihat ketakutan. Senna memperhatikan dirinya sendiri saat Hanggara tidak mengalihkan perhatiannya dari bagian atas tubuh. Berdehem pelan, Senna mengurai ketidaksopanan Hanggara. Akan tetapi pria itu justru berseringai.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as raises the bar
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status