Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

ucap Melinda lagi. Kanaya mengangguk dan mengikuti wanita bernama Rahma itu. Ia menaiki sebuah tangga menuju lantai atas. Ia melihat sekitarnya. Seisi rumah ini terlihat mewah dengan dominasi warna ungu. Pasti Bu Melinda menyukai warna ungu, pikir Kanaya.
10309 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
The Change

The Change

"Kenapa nggak lo minum aja?" Rey juga tidak rela Tarisha di bawa pergi oleh Denuka. "Kenapa lo yang repot? Padahal jelas-jelas dia mau Nerima minuman dari gue." "OH MY GOD! Guys, ada fenomena langkah." Gemberedak suara Mesia memenuhi beberapa tepi lapangan basket Universitas Trisakti. Anak-anak lain dari belakangnya langsung berangsur-angsur mengeluarkan handphone mereka untuk mengabadikan momen langka yang ada.
9.82.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Gerry, anggap saja setiap tangga itu lawanmu. Jangan marah pada tangganya, gunakan marahmu untuk melangkah. Itu akan membuat kakimu lebih ringan.” Gerry mendengus. Tapi entah kenapa, setelah itu langkahnya jadi lebih mantap. Di anak tangga ke-700, kerumunan semakin riuh. Beberapa orang mulai meneriakkan nama Bara. Ada yang berdoa keras-keras, ada pula yang meludah ke tanah sambil berteriak bahwa ia hanyalah pecundang. Bara tidak membalas apa pun. Senyumnya tetap sama. Ia tahu, sorakan maupun ejekan sama-sama jebakan. Jiwa bisa hancur oleh pujian, sama seperti oleh hinaan.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
Bareksa

Bareksa

Raut muka Ashton tenang, namun kilau matanya berbahaya. "Hukum tertinggi Bareksa adalah melindungi. Mutlak. Nggak bisa digantikan, nggak bisa diwakilkan. Kamu udah tahu itu. Jadi, sekali lagi kamu ngomong gitu, aku yang bakal potong lidah kamu. Ngerti?" Nala tidak mengira Ashton semarah itu. Ia menganggukkan kepala dengan gugup. Lebih baik menghindari perselisihan dengan orang seperti Ashton, apalagi Nala mengetahui dengan baik seperti apa kemampuan pemuda itu.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
Bara di Hati Mikha

Bara di Hati Mikha

Apalagi mitos-mitos yang sering aku dengar bahwa itu bisa menurun. "Ma, tolong jangan keras ke Mikha seperti Mama keras ke aku," perkataan Bara membuatku menolehkan kepala untuk menatapnya yang kini sedang berdiri di sampingku. "Kenapa memangnya?" "Mikha itu si kepala batu. Susah dikasih tahu. Apalagi menerima masukan dari orang lain."
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

Setiap pujian keluar tepat sasaran, setiap kata terasa manis, terlalu manis untuk tulus. “Kakak benar-benar hebat,” ujar Gu Qiang suatu malam sambil mengangkat cangkir teh. “Bisnis bisa sebesar ini di usia sekarang, aku sungguh kagum.” Zhang Guang tersenyum puas. “Itu hasil kerja keras bertahun-tahun.”
617 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Tuan Barra

Mengejar Cinta Tuan Barra

Sarah mengepalkan kedua telapak tangannya erat. Ya, Sarah harus mencapai puncak rantai makanan jika ingin menginjak manusia seperti mereka. Barra, lelaki itu satu-satunya harapan Sarah untuk membawa dirinya ke atas puncak. Sarah bangkit dan menghapus air matanya secara kasar, Sarah sudah tidak sabar untuk melihat mereka semua menderita.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh

Memungut Gadis Cantik Bar yang Terjatuh

Dengan perasaan hampa, aku pulang ke rumah, susah payah baru bisa tertidur. Keesokan harinya, aku pergi ke depan bar untuk mencoba peruntungan. Kalau Sacha ingin kembali berhubungan denganku, dia pasti akan berdiri di depan bar menungguku. Setelah makan malam, aku tiba di bar dan menunggu sampai pukul 10 malam. Bulan menggantung tinggi di langit kota, menyinari penantian yang panjang.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
JASA PIJAT BRONDONG NAKAL

JASA PIJAT BRONDONG NAKAL

“Oh ya, menurut teman Tante, kamu masih kuliah, ya?” “Iya benar, Tan. Tapi masih semester enam.” “Kamu hebat, Dik Bara. Kuliah dibiayai sendiri, ya?” “Begitulah, Tan.” Percakapan itu terhenti ketika Bara berkata, “Maaf, Tan, dasternya saya naikkan lagi, ya?”
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Namun kali ini tidak seperti tadi, Bara mengerahkan sedikit kekuatannya untuk menjadikan dirinya setingkat lebih kuat dari Onimusha. DAAARRRR!!!
8.962.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai raising the bar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status