Rindu yang Lupa
Hobi terbesarnya adalah memanggul tubuh Fira di pundaknya, lalu tangan Fira akan direntangkan.
“Anakku kau sedang terbang, kelak kau harus menerbangkan pikiranmu ke penjuru dunia.”
Yang diajak bicara hanya diam menikmati alam sekitar. Fira saat itu belum pandai merakit kata-kata, suaranya masih cadel mengeja huruf-huruf alvabet. Ia belum bisa naik sepeda. Kegemarannya sangat sederhana, bermain dengan boneka di halaman rumah, berbicara berdasarkan pengalaman dalam imajinasinya, menerawang adegan-adegan fiksi yang kemudian disalurkan pada obyek yang dibawanya, ia mengoceh bagaikan orang tak kenal dunia.
ตอนยอดนิยม