Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Roti Keju Selai kacang Messes Kismis Mentega Es krim Cokelat Pasta Spaghetti Saus pedas Kecap asin Saus tiram Banana tea Strawberry tea Kopi susu instant Naaahhh, nggak ada kan, selai cokelat? Aku, biar pun sering korslet gara-gara cemburu, tapi bukan berarti lemah ingatan. Buktinya, masih bisa membuat list yang baru, tanpa melihat lemari persediaan makanan. Sama persis bahkan, urutannya. Oooh, nooo! Apa yang baru saja kukatakan? Bagaimana bisa aku mengakui dengan jujur soal rasa cemburu itu?
1020.6K viewsCompletedAdded to Library 721 Times as rambut culun
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Rambutnya yang setengah acak masih basah oleh embun pagi, dan senyumnya terbit ragu-ragu, seperti tak yakin boleh bahagia atau harus tetap malu. Bagai orang bodoh, Rimba tidak menyadari manakala berita akan kehadiran Baramundi dan Mamak Jambul tentu bersama dengan si Manis dan gadis manis bermata hijau pula. Si Culun itu tidak mengira bahwa dia akan bertemu lagi dengan pujaan hati. “Senala?” ucapnya pelan lebih terdengar buat dirinya sendiri daripada orang lain. Mamak Jambul melirik Senala, yang langsung berpaling dan memasang ekspresi cemberut. Si Manis di bahunya tampak ikut cemberut, meniru ekspresi tuannya.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as rambut culun
Read
+Library
SELUMBARI

SELUMBARI

lampu warna kuningnya berkedip-kedip, meminta pengguna jalan tetap berhati-hati walau jalan nampak sepi. Pasar menjadi satu-satunya tempat yang ramai di jam itu. Kumpulan sawi putih, kol, dan wortel yang dibawa oleh mobil pick up sangat menggugah selera. Warnanya masih begitu tampak segar, membuat siapa pun yang melihatnya ingin segera membawa sayur-sayur itu untuk dibawa pulang lalu dimasak. Walaupun ramai, jam segitu masih belum banyak barang yang dijual di pasar, hanya sayur-sayuran dan beberapa ikan-ikanan.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as rambut culun
Read
+Library
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

“Ini, Bu.” Reina memberikan buku nikah berwarna merah milik Karan, terlihat biasa saja. Namun hatinya kembali teriris saat membuka amplop putih yang diberikan Karan untuknya. Amplop itu berisi surat pernyataan jatuh talak satu yang diberikan Karan kepadanya. Ada sebuah lembar kertas yang di dalamnya terdapat beberapa lembar uang seratus ribu. Reina membukanya dan membacara isi pesan itu.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as rambut culun
Read
+Library
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Mataku membeliak begitu melihat isinya, perutku langsung bergejolak hebat hendak mengeluarkan isinya. "Hueekk!" Tanpa bisa menahan lagi, aku memuntahkan semua isi perutku di atas tempat tidur. Membuat Tini makin menatapku dengan jijik. Rasa mual tak hilang juga walaupun aku sudah memuntahkan seluruh isi perutku. Perut tak henti bergejolak kala mengetahui yang kumakan tadi ternyata bukan bubur ayam melainkan belatung yang bercampur dengan nanah dan darah.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as rambut culun
Read
+Library
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

Buah dari ledakan yang dibuat pemilik bilik terbakar itu. “Kau yakin busur dan anak panahnya sudah disingkirkan, Sakuntala?” tanya Prabu Ranajaya memastikan. Ia tentu tak ingin gegabah menghadapi Ksatria Cundhamani yang tengah diliputi amarah. “Hamba yakin, Gusti. Di biliknya pun tak ada apa pun yang terbuat dari logam!” tandas Senopati Sakuntala.
1098.7K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as rambut culun
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status