Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kecelakaan dan Penyesalan

Kecelakaan dan Penyesalan

Aku merasa geli. Tak kusangka aku sudah mati pun, adikku Lusvira masih berusaha mengadu domba diriku dengan Ayah dan Ibu. Akan tetapi, Ayah dan Ibu tidak akan pernah menyadarinya. Di mata mereka, Lusvira selamanya anak yang lebih patuh dan manis dibandingkan dengan diriku. Mereka juga tak akan pernah terpikir bahwa kecelakaan mobil itu adalah perbuatan Lusvira sendiri, anak gadis kesayangan mereka yang mendorongku ke jalan raya.
51.2K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as recklessly
Read
+Library
Complicated

Complicated

Jawab Wira tajam dan dingin. Harsa mendelik. "Bacot, gak usah sok tau lo. Dasar culas." Cercanya. Wira hanya tersenyum sinis nenanggapi tudingan itu, tak ingin ambil pusing dia pun kembali mengenakan helm dan menghidupkan mesin motornya lagi. Namun belum sempat Wira berlalu, Harsa sudah merengsak masuk lebih dulu, berjalan cepat dan menarik Wira turun dari atas motor.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as recklessly
Read
+Library
Obsessed

Obsessed

Tanganku gemetar. Bukan karena takut. Tapi karena terlalu ingin. Aku menariknya lebih dekat. Seolah tidak mau ada jarak. Ia terkejut sesaat. Lalu membalas lebih dalam. Tangannya bergerak, tapi tetap di batas aman. Namun suasana itu… Berbahaya. Sangat berbahaya. Aku tahu kami hampir melewati sesuatu. Dan anehnya—
748 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as recklessly
Read
+Library
Greedy

Greedy

"Kamu bisa bawa mobilnya lebih cepet nggak, sih!" "Diamlah, aku tahu! Aku juga mengkhawatirkannya. Jika aku menambah lagi kecepatannya, maka kemungkinan kita juga akan celaka. Bersabarlah. Jalanan saat ini sedang basah akibat hujan," ucap Rey dengan nada tinggi. Wajah Naina terlihat memerah karena marah. Baru kali ini seorang supir membentaknya.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as recklessly
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Motor yang melaju dengan kecepatan tinggi itu tempat mengarah ke depannya. Kedua bola Safa melebar Tenggorokannnya sudah tak mampu bersuara, hanya dalam hatinya meronta meminta pertolongan dan menangis sejadi-jadinya. Safa berusaha untuk bergerak, menggusrak kakinya ke aspal hingga lecet dan berdarah. Tampilan roknya sudah semakin koyak. Detik... demi detik... Motor trail yang ditunggangi Arjuna akan menghantam tubuh mungilnya. Mungkin jiwanya tak akan selamat, jika selamat pun Safa akan mengalami kelumpuhan.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as recklessly
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status