Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misunderstanding

Misunderstanding

’ Tanpa sadar, Ara menggeleng. "Jangan sampe, jangan sampe!" desis Ara pelan sembari tetap berjalan menunduk. Sesekali jemari kanan membenarkan letak kacamata tebalnya, hingga Ara pun tidak sengaja menabrak seorang laki-laki ketika mereka sama-sama hendak memasuki ruang kepala sekolah. "Ampun deh, Rara. Lo kalau jalan lihat-lihat! Mata aja ada empat, jalan selebar ini lo enggak lihat?" cicit laki-laki yang ditabrak.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai carelessness
Baca
+Pustaka
Remorse

Remorse

Kansa berujar kencang, kemudian menutup mulutnya yang tidak memiliki sopan santun itu. “Jangan gitu, Ca. Allah gak suka,” timpal Edo masih dengan tawanya. “Kecanduan cogan sih, makanya sengklek!” Tawa Anaya pecah dengan lontaran tak berdasar itu. Entahlah rasa lelah yang sedari tadi ditanggung kini hilang dirampas kebahagiaan.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai carelessness
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

Kata orang, tidak ada kata terlambat Namun pada faktanya penyesalan selalu datang terlambat. Tapi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Jantung yang memompa darah Yoga tak hentinya berdetak dengan cepat seolah-olah baru saja berhenti lomba lari maraton. Kecepatan detak jantung Yoga meningkat sejak kakinya menginjak kota Nukata District, Prefektur Aich, Jepang.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai carelessness
Baca
+Pustaka
Nafkah yang Keliru

Nafkah yang Keliru

Ngadem di musala lebih menenangkan hati dan pikiran. Aku yang saat jalan sambil membawa ponsel pun, karena tak hati-hati begitu persimpangan aku malah bertabrakan dengan orang lain. “Eh, maaf-maaf. Enggak sengaja. Kamu enggak apa-apa ‘kan?”
1084.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai carelessness
Baca
+Pustaka
Kecelakaan dan Penyesalan

Kecelakaan dan Penyesalan

"Aku kejam? Bukankah itu semua yang kamu ajarkan? Aku pembunuh? Hari kecelakaan itu, bukankah Ibu yang panggil semua dokter ke kamarku sampai dia nggak bisa dioperasi tepat waktu? Kalau bukan karena Ibu, apa aku bisa begitu mudah membunuhnya?" Perkataan Lusvira menusuk hati Ibu seperti jarum baja. Tubuh Ibu menjadi kaku, seolah seluruh kesalahan masa lalu melilit jiwanya. Dia disiksa rasa bersalah yang menghantamnya dengan keras, penyesalan terhadapku perlahan merayap ke hatinya.
51.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai carelessness
Baca
+Pustaka
Diabaikan Berujung Penyesalan

Diabaikan Berujung Penyesalan

tanyaku dengan marah. Ibu Vincent melangkah lebih dekat, aroma parfumnya menyengat dan membuat mual. Suaranya pelan tetapi sarat ancaman. "Itu artinya, Sayang, kecelakaan bisa terjadi setiap hari. Perempuan seperti kamu ... mereka bisa terpeleset, terjatuh, ataupun kehilangan sesuatu."
37.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai carelessness
Baca
+Pustaka
Penyesalan

Penyesalan

Entah itu yang suka rela tidur dengannya atau pun yang ia bayar. Seingatnya, ia selalu bermain rapi dan aman, karena ia tak ingin tiba-tiba ada perempuan nakal yang datang mengaku sedang mengandung anaknya. Namun kini, keringat dingin mengucur di dahinya. Alisya berbeda. Ia yakin Alisya bersih, dan tidak pernah tidur dengan lelaki selain dirinya. Maka dari itu kadang ia sengaja tidak menggunakan pengaman, apalagi bila ia sudah setengah mabuk atau benar-benar tidak sanggup menahan napsunya.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai carelessness
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

Saat dengan gentlenya lelaki itu membantu Tara keluar dari permasalahan yang selalu dialami wanita setiap bulan. Waktu itu masa priode Tara telah tiba, sialnya Tara lupa akan perhitungan hari yang harus selalu dia ingat, dengan panik Tara berlari masuk ke toilet wanita, menyembunyikan diri dari orang-orang yang berpotensi melihat noda di rok seragam sekolahnya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai carelessness
Baca
+Pustaka
Cinta Bos Mafia & Gadis Ceroboh

Cinta Bos Mafia & Gadis Ceroboh

ketus bibinya. "Bibi, kenapa tidak pernah percaya padaku, aku tidak melakukan kesalahan sama sekali," bentak Careless dengan kesal. "Careless, bagaimana aku bisa percaya padamu, setiap kau keluar pasti menimbulkan masalah, setiap kau pergi belanja pasti menyasar entah kemana-mana, dan setiap kali kau mengantar bunga kau pasti merusak tempat orang. apa kau masih ingat minggu kemarin, aku menyuruhmu ke cafee kau malah menyasar ke restoran. dan menyuruh mu antar bunga ke kamar pasien di rumah sakit itu kau malah menyasar ke kamar mayat, menyuruhmu antar bunga ke kuburan kau malah mengantar ke tempat pesta pernikahan orang. memangnya kapan kau pernah tidak menyasaaarrr..ha!" teriak bibi yang sam
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai carelessness
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status