Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya

Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya

Selama empat tahun menjalin hubungan diam-diam dengan adik laki-laki sahabatnya, Ivy mengira mereka sama-sama berjuang untuk cinta mereka. Siapa sangka, semua itu hanya delusinya sendiri. Hanya dia yang berharap hubungan mereka bisa menjadi resmi.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku

Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku

Demi melindungi Ayah, aku disiksa oleh penculik selama sejam. Namun, Ayah malah sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya yang ke-18. Sebelum meninggal, aku menelepon Ayah. "Tapi, Ayah, hari ini juga ulang tahunku. Ini terakhir kalinya, Ayah. Bisa nggak Ayah mengucapkan selamat ulang tahun untukku?" "Kamu benar-benar nggak punya hati! Karena ulang tahun, kamu membunuh ibumu! Kamu masih mau merayakan ulang tahun? Kenapa kamu nggak mati saja?" Usai berbicara, dia langsung mematikan panggilan. Keesokan hari, jenazahku ditempatkan di pot bunga depan kantor polisi. Ayah bertanggung jawab atas otopsi. Dia bisa melihat bahwa pembunuhnya sangat kejam dan tidak takut pada polisi. Namun, dia sama sekali tidak tahu bahwa korban adalah putri yang paling dibencinya.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

Mama, Tolong! Ayah Mengunciku di Mobil

"Ma, tolong aku! Ayah mengunciku di dalam mobil." Aku menerima telepon dari putriku pada pukul 2 siang di musim panas saat matahari sangat terik. Aku panik ingin menyelamatkannya dan buru-buru menelepon suamiku. Tapi, begitu telepon diangkat, suaranya terdengar tidak sabar. "Anak Olivia sedang ngambek, aku mau menemaninya berkeliling taman hiburan. Jangan ganggu aku!" Mendengar suara panggilan diputus, hanya satu yang ada dalam benakku. Kalau terjadi apa-apa pada putriku, kalian harus membayarnya!
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Sepuluh Tahun Terperangkap Di Pernikahan Yang Salah

Sepuluh Tahun Terperangkap Di Pernikahan Yang Salah

Hari peringatan pernikahan kami yang ke-10, suamiku, Franky melangkah masuk sambil merangkul pacar barunya yang ke-100. Lalu dengan tangannya sendiri melepas kalung simbol cinta kami dan memakaikannya ke leher gadis itu. Di tengah tawa para tamu, gadis itu dengan malu-malu menarik gaun yang kupakai dan berkata, “Kak, Pak Franky bilang dia ingin aku memakai gaun ini sekarang.” Gaun itu adalah hasil modifikasi dari gaun pengantinku sepuluh tahun lalu. Aku sengaja mengenakannya hari ini dan dengan bodohnya berpikir Franky akan mengingatnya. Namun, pada hari peringatan pernikahan kami, dia malah menyuruh istrinya melepaskan gaun di depan semua orang untuk pacarnya. Di tengah semua tatapan meremehkan itu, akhirnya aku memberinya senyuman tulus pertama yang kuberikan selama sepuluh tahun ini. “Franky, kita cerai saja.”
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Setelah aku menolak mendonorkan hati untuk kakakku, ibu dan ayah malah mengirimku ke tempat tidur anak konglomerat Kota Jakata. Katanya, pria itu sosok yang dingin dan sulit didekati karena sudah punya pujaan hati. Semua orang menunggu kehancuranku, tapi tidak ada yang menyangka kalau dia justru akan memanjakanku setinggi langit. Selama tiga tahun menikah, dia selalu suka bermesraan denganku di berbagai tempat. Saat aku pergi ke kamar mandi pun, dia akan mengikutiku dan menekanku di atas wastafel. Kami juga tidak pernah pakai pengaman, tapi aku tidak kunjung hamil. Sampai akhirnya aku mengira diriku hamil dan pergi ke rumah sakit untuk periksa, lalu tanpa sengaja mendengar percakapannya dengan dokter. "Andi, tiga tahun lalu kamu nyuruh aku mindahin sebagian hati Cintaya secara diam-diam ke kakaknya, sekarang kamu malah nyuruh aku bohongin dia kalau dia mandul bawaan. Kok kamu tega banget sih berbuat sekejam itu sama wanita yang cinta kamu?" "Mau gimana lagi, hati Chika nggak bagus kondisinya. Kalau dia nggak bisa punya anak, aku takut dia bakal menderita di keluarga suaminya nanti, cuma hati Cintaya yang cocok sama dia." Suara pria yang sangat akrab itu terdengar dingin dan asing. Ternyata cinta dan perlindungan yang selama ini sangat aku percayai hanyalah penipuan belaka. Kalau sudah begini, aku mending pergi saja.
11.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku

Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku

Selama 20 hari ibu dirawat inap karena sakit parah, pacarku yang kebetulan adalah dokter di rumah sakit itu tidak pernah menjenguknya sekali pun. Hari pertama, karena sahabat kecil perempuannya pindahan rumah, dia mengambil cuti sehari. Hari kedua, sahabat itu mulai magang di rumah sakit, dan dia harus menemaninya ke sana kemari, mengurus segala hal tanpa terkecuali. Hari ketiga, hari keempat .... Ibuku dirawat di lantai 13, sementara Gavin bekerja di lantai 17. Padahal hanya berjarak 4 lantai, naik lift 10 detik, naik tangga dua menit. Namun selama 20 hari, Gavin tak pernah sampai. Di saat ibu dipulangkan dari rumah sakit, aku mengantarnya sendirian ke stasiun kereta. Di perjalanan, akhirnya aku menerima pesan dari Gavin. [ Anjing peliharaan Serlina hari ini vaksin, aku harus antar dia dulu. ] Kali ini, aku tidak lagi diam. [ Oke, aku mengerti. Hati-hati di jalan. ] Aku tersenyum tipis, lalu menambahkan. [ Selain itu, kita putus. ]
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu

Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu

Aku sedang jual furnitur bekas di platform seken, tiba-tiba ada seorang perempuan kirim pesan untuk menawar harga, [Kak, harganya boleh agak kurang?] [Aku belum lulus kuliah, baru saja pindah dari asrama gara-gara berantem dengan teman sekamar. Pacarku yang mencarikan kontrakan untukku.] [Meskipun dia sangat kaya, bahkan bilang mau menikahiku setelah lulus, aku tetap nggak mau terlalu membebani dia.] [Boleh kurang empat puluh ribu, nggak? Nanti aku ambil sendiri ke sana!] Waktu masih kuliah dan pacaran dengan Steve, aku juga pernah rela mengayun sepeda umum selama dua jam hanya demi hemat sepuluh ribu. Meskipun sekarang aku hanya karyawan kantoran biasa, kondisiku lebih baik sedikit dibanding anak kuliah. Akhirnya, aku pun luluh dan menyetujuinya. Malam itu, dua orang muncul di depan gerbang komplek perumahanku. Si Perempuan dengan bangga berkata, “Aku hebat, ‘kan? Hanya keluar uang nggak sampai dua ratus ribu, tapi sudah dapat mesin cuci yang kondisinya masih 90% baru!” Si pria menyahut dengan nada memanjakan, “Iya… sayangku memang paling hebat.” “Tapi aku cari uang memang untuk membiayaimu, kamu nggak perlu sehemat itu.” “Suamimu ini direktur Grup Rosel, masa membiayai kamu saja nggak mampu? Sekali ini saja ya, lain kali jangan begini lagi.” Pria itu mendongak sambil tersenyum. Begitu mata kami bertemu, aku langsung mematung di tempat. Dia adalah Steve, pacarku yang pamitnya mau dinas keluar kota selama tiga bulan demi mendapat uang saku perjalanan dinas tiga kali lipat.
950 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Ketika aku pulang dengan membawa laporan pemberitahuan yang menyatakan aku hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, Christopher baru saja selesai bercinta dengan sahabatku, Agnes. Melihat kekacauan di lantai, Christopher memberi perintah padaku, "Kami sudah mengacaukan dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Jangan lupa membersihkannya." Selama tiga tahun pernikahan, dia selalu bersikap seperti ini. Dia selalu menghinaku untuk mencari kegembiraan. Siapa suruh aku mencampakkannya dulu? Sudah sepantasnya dia membenciku. Aku diam-diam membereskan rumah dan membersihkan semua jejak cinta yang ditinggalkan mereka. Kali ini, aku hanya ingin melihat rumah pernikahan kami untuk yang terakhir kalinya. Namun, pada saat ini, Christopher tiba-tiba memanggilku. "Evelyn, aku sepertinya belum pernah ambil foto pernikahan." Melihat sedikit kegembiraan di mataku, Christopher terkekeh dan berujar, "Jangan bilang kamu kira maksudku kita? Besok, aku dan Agnes mau ambil foto pernikahan. Kamu boleh datang untuk bantu dia pegang ekor gaunnya."
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Merintis Karier setelah Bercerai

Merintis Karier setelah Bercerai

Christian dan asistennya tertangkap kamera sedang berciuman panas di sebuah konser. Adegan tersebut bahkan ditampilkan di layar besar. Video pasangan serasi itu menjadi viral dan mendapatkan jutaan suka. Dalam video tersebut, putraku yang berusia enam tahun duduk di antara mereka sambil bertepuk tangan dengan gembira. Aku memosting video tersebut di media sosialku dengan sebaris keterangan. [ Manis sekali. ] Christian langsung meneleponku melalui video call, lalu memarahiku berhati sempit dan pencemburu di depan semua orang. "Aku dan dia cuma berakting untuk dilihat mantan pacarnya. Bisa nggak kamu berhenti bersikap dramatis?" Teman-teman yang tahu kebenarannya menertawakanku. Mereka semua bertaruh kapan aku akan kembali pada Christian. Namun, kali ini, aku tidak akan membiarkan mereka menang.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Semoga Dia Sebebas Angin

Semoga Dia Sebebas Angin

Pada hari jadi pernikahan kami yang ketiga, aku menunggu selama lima jam di restoran berbintang Michelin favorit Dion Bahlilah. Namun, dia tidak bisa dihubungi lagi. Pada akhirnya, aku melihatnya di unggahan sosial media milik kekasih masa kecilnya, Arina Purbaya. Dion menemaninya ke Benua Anarsia, benua yang sangat dingin. [Aku bilang aku sedang bad mood, dia langsung membatalkan seluruh janjinya untuk menemaniku bersantai.] [Ternyata, teman masa kecil lebih menenangkan daripada penguin.] Gambar yang menyertainya menunjukkan pemandangan yang sangat dingin, tetapi Dion dengan lembut memeluknya. Matanya memancarkan semangat membara yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tiba-tiba, aku merasa lelah. Aku menghentikan pertanyaan menyakitkan itu, menghentikan tangisan histerisku. Aku hanya dengan tenang menyukai unggahan tersebut dan mengirimkan pesan pada Dion. [Ayo bercerai.] Setelah beberapa lama kemudian, dia mengirim pesan suara. Nada suaranya menantang. “Oke, akan aku tanda tangani saat pulang.” “Lihat saja nanti siapa yang akan menangis dan memohon agar aku tidak pergi.” Orang yang menerima perlakuan khusus membuat mereka berani bertindak tanpa batasan, Dion pun sama sekali tidak mempercayainya. 'Tetapi Dion... Tidak ada seorang pun yang tidak bisa meninggalkan seseorang, hanya saja orang itu masih cinta. Tetapi mulai sekarang, aku tidak ingin mencintaimu lagi.'
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3738394041
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status