Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana sholawat 'Law Kana Bainanal Habib' bisa menyentuh hati. Liriknya berbicara tentang kerinduan dan cinta spiritual kepada Nabi Muhammad, seolah kita merindukan kehadirannya yang penuh kasih. Setiap kali mendengarnya, aku selalu terbayang suasana tenang di masjid, dengan lantunan merdu yang mengalun lembut. Pesannya sederhana namun dalam: seandainya sang kekasih (Nabi) ada di antara kita, betapa bahagianya kita bisa belajar langsung darinya. Ini bukan sekadar pujian, tapi juga doa agar kita bisa meneladani akhlaknya.
Bagi yang belum familiar, sholawat ini sering dinyanyikan dalam majelis-majelis keagamaan. Aku pertama kali mendengarnya dari seorang teman yang rajin mengikuti pengajian, dan sejak itu jadi sering mencari versi berbeda dari berbagai qari. Uniknya, meski bahasanya klasik, emosi yang terkandung sangat universal - siapa pun bisa merasakan kerinduan itu, apalagi jika sedang mencari ketenangan hati.