Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Begitu Aku Meninggalkannya, Suamiku dan Anak Kami Menangis

Begitu Aku Meninggalkannya, Suamiku dan Anak Kami Menangis

Di acara tahunan perusahaan, suamiku dan sekretaris wanitanya bermain piano bersama di atas panggung dengan mesra. Setelah turun dari panggung dengan bergandengan tangan, putraku juga berlari dengan penuh semangat menghampiri mereka. “Bibi Sally hebat sekali, bisa melakukan apapun. Andai saja Bibi adalah ibuku.” Melihat tiga anggota keluarga yang tampak begitu harmonis di hadapanku .... Aku pun memutuskan untuk melepaskan semuanya. Sampah memang seharusnya dibuang.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Hati yang Berubah, Cinta yang Mati

Hati yang Berubah, Cinta yang Mati

Presdir yang biasanya dingin dan terhormat itu menyeretku masuk ke kamar setelah mabuk. Setelah semalaman yang kacau, dia bertanya padaku, "Mau nikah sama aku?" Entah kenapa, aku malah mengangguk. Aku kira ini adalah awal dari cinta, tapi ternyata setelah tiga tahun menjalani pernikahan rahasia dengannya, aku tetap tidak pernah mendapatkan status yang jelas. Sampai pada hari ulang tahun pernikahan kami, cinta pertamanya pulang ke negara ini. Dia meninggalkanku sendirian di restoran sampai tutup demi pergi ke bar menjemput wanita itu, sementara aku pulang dengan diguyur hujan deras. Saat aku hampir pingsan karena radang lambung akut, dia malah meninggalkanku begitu saja demi satu panggilan telepon dari cinta pertamanya itu. Di kantor, ketika wanita itu bertanya siapa aku, dia menjawab dengan nada dingin, "Cuma sekretaris." Memanfaatkan kesempatan saat dia pergi dinas bersama cinta pertamanya, aku meninggalkan surat perjanjian cerai, membereskan rumah, juga membereskan perasaanku sendiri, lalu menghilang dari dunianya.
542 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Cinta Kita Sudah Punah

Cinta Kita Sudah Punah

Adik angkat suamiku mengajakku keluar makan, tapi saat makan terjadinya gempa bumi. Suamiku selaku seorang pemadam kebakaran di waktu pertama datang menolong kami. Tapi karena kami tertimpa di satu batu, dia hanya bisa menolong seorang dulu, akhirnya dia memilih menolong adik angkatnya yang banyak penyakit itu dan memilih tidak menolongku yang sedang hamil lima bulan. Aku meminta tolong dia untuk menolongku. Tapi dia hanya membiarkan batu besar menimpa patah kakiku. “Anggi sejak kecil banyak penyakit, kalau dia tetap di sini, dia akan mati.” Tapi setelah aku meninggal, dia malah gila.
9.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Tak Ada Obat Penyesalan

Tak Ada Obat Penyesalan

Ketika aku berusia 20 tahun, kawan seperjuangan kakekku yang terkaya menaruh foto cucu-cucunya di hadapanku dan memintaku memilih satu untuk menjadi suamiku. Aku tanpa ragu memilih anak keenam, Jeremy Anderson. Semua orang yang hadir terkejut. Bagaimanapun, semua orang tahu bahwa putri Keluarga Caliana suka sama anak ketiga dari Keluarga Anderson. Dia sudah mengejarnya selama bertahun-tahun dan menyatakan cintanya di depan umum berkali-kali. Di kehidupan sebelumnya, aku menikah dengan Axel Anderson sesuai keinginanku dan karena hal ini dia mewarisi sebagian besar aset Kakek Sumito. Namun setelah menikah, dia malah berselingkuh dengan adik perempuanku Rora. Ayah dan ibu sangat marah dan mengirim adik perempuanku ke luar negeri untuk belajar. Axel sangat membenciku karena ini. Sejak saat itu, dia selalu bersama banyak wanita. Semua wanita itu bahkan memiliki kemiripan dengan adikku. Dia mengizinkan para wanita itu untuk menindasku. Aku pun menderita depresi berat. Pada akhirnya, dia diam-diam mengganti obatku dengan racun kronis, menyebabkan aku mati dengan kebencian saat hamil. Di kehidupan selanjutnya, aku memutuskan untuk membiarkan mereka bersama. Tapi aku tidak menyangka setelah berita pertunanganku dengan Jeremy keluar, dia menjadi gila.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Saat aku kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung yang sebenarnya, itulah pertama kalinya aku bertemu dengan Julian Jetarsa. Karena sekali saja ia membelaku, aku jatuh cinta padanya selama lima tahun dan mengejarnya selama lima tahun. Akhirnya, ia menjadi tunanganku. Namun, ia justru merendahkanku, menganggapku tidak punya tata krama sejak kecil, tidak punya anggun dan wibawa seorang gadis dari keluarga terpandang. Ketika kakek yang membesarkanku sakit parah dan sekarat di saat aku paling membutuhkan bantuannya, ia malah berkata ingin memberiku sebuah pelajaran agar aku “belajar menjadi lebih baik”. Kakek pun meninggal dalam ketidakberdayaan. Dan seperti yang dia harapkan, aku memang belajar menjadi “anak baik”. Tentu saja, aku juga tak mencintainya lagi.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Suami yang Tak Pernah Menyentuhku, Memelihara Wanita Lain Di Luar

Suami yang Tak Pernah Menyentuhku, Memelihara Wanita Lain Di Luar

Suamiku memiliki kecanduan seksual yang parah. Namun, selama tujuh tahun pernikahan, dia malah tidak pernah menyentuhku. Setiap pagi dan malam, dia akan berendam air es yang dingin dan lengannya penuh bekas tusukan jarum untuk menekan hasratnya. Aku sudah beberapa kali berinisiatif karena merasa kasihan, tetapi dia hanya menahan diri dan mencium keningku. "Jinny, jangan bodoh. Aku berbeda dengan para binatang itu. Aku mana tega membuatmu sakit. Demi kamu, aku rela menjalani cinta platonis seumur hidup," balas suamiku. Kegigihan suamiku yang berbeda dari orang biasa itu bertahan selama tujuh tahun. Meskipun harus berkali-kali menahan diri sampai masuk rumah sakit, dia juga tetap tidak ingin melewati batasan sedikit pun. Hingga pada hari jadi pernikahan kami, seorang gadis datang membuat janji operasi perbaikan selaput dara untuk yang kesembilan kalinya. Setelah obat bius disuntikkan ke dalam tubuhnya, wajahnya memerah dan mulai menangis seperti anak kucing saat kesadarannya kabur. Aku menggelengkan kepala saat melihat tubuhnya yang penuh bekas ciuman, mengira dia hanya seorang gadis tersesat lainnya. Hingga aku mendengar tangisan terakhirnya dengan suara parau. "Henry, kamu bajingan." Tanganku langsung gemetar dan hampir tidak bisa memegang pisau bedah dengan stabil. Semua ini karena suamiku juga bernama Henry.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Pernikahan Semu yang Berawal Dari Kebohongan

Pernikahan Semu yang Berawal Dari Kebohongan

Tahun ketujuh pernikahannya dengan Joel, Hana membawa kartu keluarga untuk membeli rumah subsidi dari sekolah. Namun, dia justru diberi tahu bahwa kartu keluarga yang ada di tangannya itu palsu. Bagaimana mungkin? Hana tahu dia tidak salah dengar. Pasti petugasnya yang keliru. Dengan sikap yang tetap sopan, dia mengulanginya lagi, "Tolong dicek lagi. Kartu keluargaku ini dulu diurus oleh suamiku." Petugas di loket tampak tak sabar. Dia memeriksanya sekali lagi, lalu menatap Hana dengan ekspresi sedikit menyindir. "Aku nggak salah lihat. Di kartu keluarga ini, selain kepala keluarga sendiri, masih ada dua orang. Yang satu adalah istrinya, Ruby, yang satu lagi adalah putranya, Ryu."
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata

Bukan Cinta, Hanya Balas Budi Semata

Setiap kali warga Salatikan memuji wanita cantik di abad itu, semua orang selalu tertawa secara serentak. "Bukan hanya cantik, dia juga sangat lapang dada. Dia sampai membesarkan dua anak dari selingkuhan suaminya." Oleh karena itu, saat aku mengajukan perceraian, tidak ada seorang pun yang menganggap ucapanku serius. Keanu bahkan tidak berkedip. Dia hanya melemparkan selembar cek padaku dengan santai. "Jangan bikin ulah, sana pergi beli dua tas sendiri." Anak sulung hanya sibuk main game. "Jangan ganggu papaku. Kalau mau pergi, ya cepat pergi. Nggak usah pura-pura lagi." Anak kedua malah langsung menelepon ibu kandungnya. "Penyihir tua itu sepertinya sudah mau pergi. Ma, siap-siap ya." Bahkan para pelayan pun menggelengkan kepala dan menasihatiku agar berhenti main tarik ulur. Namun saat menghadapi semua keraguan itu, aku tidak merasa sedih ataupun marah. Aku hanya menekan nomor yang sudah aku hafal di luar kepala dengan tenang. "Bu Lenna, janji sepuluh tahun itu sudah tiba. Aku sudah balas utang budi karena kamu selamatkan nyawa adikku."
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Lepas dari Cinta yang Telah Retak

Lepas dari Cinta yang Telah Retak

Aku sudah tiga bulan tidak melihat suami mafiaku, Arga Pratama, dan putri kami, Dora. Kenapa? Karena ibunya Arga, Fiona, bilang Dora harus tinggal sementara bersamanya. Sementara Arga? Dia terlalu sibuk dengan urusan bisnis seperti biasanya. Jadi ketika Arga akhirnya menelpon dan bilang dia akan menjemputku untuk reuni keluarga di vila, aku begitu gembira. Aku pikir, mungkin, hanya mungkin, aku akhirnya bisa memeluk putriku lagi. Seharian aku berlari ke sana kemari di kota, membeli boneka favoritnya, camilan, gaun merah muda baru, apa pun yang kupikir bisa membuatnya tersenyum padaku lagi. Tapi ketika mobil itu datang, kenyataannya jauh dari bayanganku. Sebelum aku sempat bilang hai, Dora menoleh, menatapku sebentar... lalu memeluk Maya, si pembantu, lebih erat lagi. Dia menempelkan wajahnya ke leher Maya seolah aku tidak ada di situ. Seolah Maya adalah ibunya. Aku mencoba mendekatinya, tapi Dora tegas bilang dia tidak mau naik mobil bersamaku. Dan Maya dengan senyum sopan yang palsu, terus mencoba membujukku agar memberi Dora sedikit waktu lagi. Aku menoleh ke Arga, berharap dia turun tangan. Sebaliknya, dia cuma terlihat kesal, seolah tidak peduli untuk mengulurkan tangan membenahi hubunganku dengan putri kami. Jelas mereka tidak ingin aku ada di sana. Jadi, apa gunanya aku mencoba ikut naik mobil? Aku melangkah mundur dari SUV. Lalu Arga menoleh padaku dan bilang, "Tunggu di sini. Aku sebentar lagi kembali." Yang tidak akan pernah dia mengerti... aku sudah lelah menunggu dia.
16.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Melahirkan Dibayar Dengan Perselingkuhan

Pengorbanan Melahirkan Dibayar Dengan Perselingkuhan

Di hari pemulihanku dari depresi pascamelahirkan, Yanto yang sedang mengemudi mobil tiba-tiba berkata, "Aku sebenarnya punya keluarga lain di luar." Kalimat yang datang tanpa peringatan itu membuat kepalaku berdengung. Yanto menatap lurus ke depan, lalu melanjutkan dengan nada penuh keluhan, "Saat depresi pascamelahirkanmu kambuh selama bertahun-tahun ini, kamu selalu mau mati. Saat itu, aku juga hidup sengsara. Sekarang kamu sudah sembuh, aku juga harus meluangkan waktu untuk menebus istri dan anakku yang sebenarnya." Butuh waktu yang cukup lama, aku baru susah payah mengeluarkan suara gemetar dari tenggorokanku. "Kalau begitu ... aku dan anakku ini termasuk apa? Palsu?" Yanto tidak langsung menyangkal. Setelah terdiam lama, dia baru berkata dengan tegas, "Terserah kamu mau anggap ini bagaimana. Demi anak, kamu juga nggak akan tega pergi, 'kan?" Tubuhku langsung terasa seperti kehilangan semua kehangatan. Aku yang tadinya berpura-pura telah sembuh dari depresiku pun langsung kembali ke keadaan semula.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai restu kasih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3637383940
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status