Dendam yang Tak Terlupakan
Aroma anggur merah yang kaya itu langsung menyebar dan beradu dengan aroma asap cerutu, cologne mewah, serta parfum mahal yang menguar dari lantai kasino.
"Terimakasih," ucap Jevan dingin. Kemudian, ia segera mengambil gelas itu. Ia menyesapnya perlahan dan membiarkan rasa pahit anggur membasahi lidahnya.
"Malam ini mau bermain apa, Bos? Roulette atau Blackjack?" tanya Vanya dengan suaranya yang berubah sedikit lebih tenang, menyesuaikan dengan suasana hati Jevan.