Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jerat Sang Iblis

Jerat Sang Iblis

Cairan merah pekat itu berputar di dalam gelas, tampak seperti darah segar di bawah cahaya lilin. "Château Margaux 2015," kata Damian, mengangkat gelasnya sedikit seolah mengajak bersulang. "Kau akan menyukainya. Notes buah hitam, tembakau, dan sedikit rasa tanah. Kompleks, seperti dirimu." Elena menatap gelas itu dengan curiga. "Aku tidak minum."
10952 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as red velvet red flavor
Read
+Library
Ditalak Di Pelaminan

Ditalak Di Pelaminan

ungkap Arka sembari melihat satu per satu kue yang ada di dalam etalase, “Hm... Kalau kue red velvet ada tidak ya, Mba?” “Red velvet cake? Ada, Pak.” Pelayan toko kue itu tersenyum, ia melayani Arka dengan begitu ramah sembari mengambil satu kue berwarna merah yang di atasnya terdapat creame cheese dan dua keping oreo, “Ingin kue yang seperti ini, Pak? Atau Bapak ingin lihat yang lain dulu?”
3.3K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as red velvet red flavor
Read
+Library
Red Clock

Red Clock

Helaan nafas keluar dari mulut orang itu, bau menyengat disekitarnya membuatnya mendesah lelah. “Claire! Seperti biasa kau berhasil mengejutkanku! Hebat! Dua iblis Frenge kau habisi malam ini. Walaupun mereka lemah, aku takjub kau hanya bisa membunuh mereka dengan waktu yang lama” Suara heboh baru saja menjadi malapetaka bagi Claire. Mata ungunya menatap pria tinggi dihadapannya. Pria dengan kaos oblong putih yang ketat, memperlihatkan tubuh gagahnya dengan otot bisep yang membuat wanita rela melakukan apapun demi pria dihadapannya. Mata biru seperti lautan dalam, rahang tegas, hidung mancung dengan bibir yang menyetarakan semua aset wajahnya dengan sempurna. “Lebih baik kau diam Tn.Rowwel.”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as red velvet red flavor
Read
+Library
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Siapa kira ia akan menerima kejutan pesta kecil-kecilan. Tania mengiris sepotong red velvet dan memberikan pada Ruly. “Dicobain, Rul.” Tanpa disuruh dua kali Ruly langsung menjejalkan ke mulutnya diiringi komentar. “Enak banget, Ta. Boleh nambah lagi nggak?” Tania tertawa. “Ya bolehlah. Sekalian aja dihabisin.”
10171.1K viewsCompletedAdded to Library 6.7K Times as red velvet red flavor
Read
+Library
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

“Biru juga kayaknya pengen.” Rendra menghela napas, lalu tersenyum. “Oke, oke. Mau rasa apa?” Dara matanya langsung berbinar. “Coklat! Yang ada potongan coklatnya gede-gede. Sama yang stroberi dikit, buat variasi.” Rendra tertawa. “Dua rasa? Kamu yakin?” “Iya, Bi. Sekalian, beli juga yang vanila buat jaga-jaga.”
1036.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as red velvet red flavor
Read
+Library
I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

Mawar menarik napas panjang, mungkin red velvet sengan warna menggoda bisa mengobati rasa risaunya pada Cheryl. Mawar membawa kembali red velvet, dan memilih makan di dalam mobil. Rasanya memang sangat enak, dan sebanding, walau isinya sedikit. Mawar melihat dua anak kembar lucu-lucu berlarian di depan ruko. Mengemaskan. Gadis itu langsung turun, seperti ada magnet untuk mendekati kedua anak kembar yang gendut-gendut, bahkan jalannya sampai mau jatuh karena keberatan.
1026.1K viewsCompletedAdded to Library 941 Times as red velvet red flavor
Read
+Library
Cara Berhenti Menyukai Gebetan dalam 1 Bulan

Cara Berhenti Menyukai Gebetan dalam 1 Bulan

“Kalau kau serius lebih baik untukku saja. Ini keluaran terbaru, kan?” “Silakan.” Hei! Aku suka PC itu, jangan dikasih ke orang lain sesukamu. “Cath, apa kau mau kue Red Velvet sebagai perayaan kau keluar rumah sakit?” Aku tidak suka—tapi mulutku berkata sebaliknya. “Kau tahu aku suka Red Velvet?” Aku bilang aku tidak suka! Bahkan Cindy juga bertanya. “Sejak kapan kau suka kue Red Velvet? Bukannya kau bilang kue itu pahit?”
74.6K viewsOngoingAdded to Library 166 Times as red velvet red flavor
Read
+Library
Hasrat Istriku

Hasrat Istriku

Menusuk-nusuk tanpa memasukkannya ke mulutnya, diangkat pun tidak. “Red velvet, minuman yang sering Naya pesan di kafe itu. Rasanya beda dari yang lain, beda dari kafe-kafe di dekat apartemen lama Naya, beda juga sama kafe di dekat kantor Naya dulu. Naya mau itu,” ucap Naya, dia mempertegas keinginannya itu. “Yakin enggak sekalian minta diizinin buat ke sana lagi dan cari kerja di tempat yang enggak jauh dari tempatnya Ghiyas? Kamu pengen ketemu Ghiyas setiap hari, kan?”
108.7K viewsCompletedAdded to Library 259 Times as red velvet red flavor
Read
+Library
Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

Bekas darah dan tanah terlihat samar menyelimuti cokelat itu. Dia menatap kosong, seolah kehilangan jiwanya. Lalu, seperti kerasukan setan, dia menjejalkan cokelat itu ke dalam mulutnya dan mulai mengunyah. "Enak? Cokelat rasa darahnya enak?" ucapku dengan suara jijik dan benci. "Seenak cokelat yang dibuatkan Citra untukmu?" Aku lanjut bertanya. Setiap kata menusuk-nusuk hatinya.
4.8K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as red velvet red flavor
Read
+Library
RED CROWN

RED CROWN

Cantaka mengernyitkan dahinya, ekspresinya begitu dalam menatap wanita di depannya dengan mimik wajah penuh rasa keingintahuan. “Beritahu aku, apa arti dari warna ini?” tanya Cantaka, menunjuk bagian pakaiannya yang berwarna merah maroon. “Ada dua arti yang bersebrangan, yaitu antara berani dan bahaya. Hanya Ratu Saunggalah yang tahu betul maksud memberikan pakaian dengan warna tersebut.” Cantaka menarik napas panjang, tangannya berkacak tatkala mendengar kelanjutan dari penjelasan kepala pelayan padanya.
108.1K viewsOngoingAdded to Library 171 Times as red velvet red flavor
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status