Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir
Pelukan itu terasa begitu hangat dan penuh kasih, seolah semua kerinduan dan perjuangan mereka selama ini tersalurkan dalam pelukan tersebut.
"Aruna, aku sangat merindukanmu," bisik Bintara, suaranya bergetar penuh emosi.
"Aku juga sangat merindukanmu, Bintara," jawab Aruna, air mata bahagia mengalir di pipinya.
Setelah beberapa saat, Bintara melepaskan pelukan mereka dengan lembut dan menatap ke arah Rohana yang masih bermain di baby walker-nya. Dengan penuh cinta, Bintara mengangkat Rohana ke dalam gendongannya. Rohana tertawa riang, merasakan kehangatan pelukan ayahnya.
Hot Chapters