Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Red in Us

Red in Us

ujar Rabu. “Kenapa? Karena kita sebenarnya sejak dulu tak sepenuhnya kuning? Because there is Red ini Us?” tanya Katha sembari menatap tepat pada mata Rabu. Sudut-sudut bibir Rabu terangkat membentuk senyum yang begitu cerah. Dia kembali menggenggam tangan Katha erat. “Iya,” jawabnya. “Karena ada merah dalam persahabatan kita. Sejak lama.”
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai one of these nights red velvet
Baca
+Pustaka
Red Clock

Red Clock

Hari telah menjelang malam, kota-kota di London mulai gelap, lampu-lampu kota sudah menunjukkan kesombongan cahanya, suara-suara ramai terus mengusik pendengaran. Mahluk malam yang nyata berlalu lalang didunia bawah, tak sedikit dari mereka akan menuju ke kota untuk mendapatkan santapan malam dari manusia-manusia tolol. Seperti saat ini, sepasang iblis berkuku tajam tersenyum penuh melihat seorang gadis yang berada di dalam sel mereka. Baru 15 menit tadi mereka medapatkan gadis kumuh ini di pinggir jalam werlands, salah satu tempat kumuh yang paling terkenal di London.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai one of these nights red velvet
Baca
+Pustaka
Unexpected Night

Unexpected Night

“Goodnight...” ༺♤༻
9.7121.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai one of these nights red velvet
Baca
+Pustaka
Langit Merah

Langit Merah

Perlahan pria itu mendorong pintu kamar itu. Dan di sana, di atas tempat tidur, ia melihat tubuh kecil berbaring menyamping dan sedang membelakanginya. Ia masuk dengan langkah kaki yang tidak bersuara. Matanya berkedip, menatap tuan mudanya sedang terlelap sambil mendekap robot hadiahnya. Kelapa pelayan itu melemahkan tatapannya, tangannya bergerak menarik selimut untuk menutupi tubuh Vano hingga dadanya. Lalu doa terucap dari bibirnya, mengharapkan agar mimpi indah datang dalam tidur tuan mudanya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai one of these nights red velvet
Baca
+Pustaka
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Ia justru merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kantong kecil berbahan beludru. Dengan gerakan dramatis, ia mengeluarkan tiga butir anggur berwarna merah gelap yang sangat besar dan berkilau—Ruby Roman Grapes. Anggur paling mahal di dunia yang harganya bisa mencapai ribuan dolar per tangkai. ​"Ini bayaran untuk pengiriman pagi ini," ucap Davis.
10730 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai one of these nights red velvet
Baca
+Pustaka
Istri Manis sang Pewaris

Istri Manis sang Pewaris

Oliver mengembuskan napas kasar, memilih untuk tidak meladeni gadis menyebalkan itu—yang sialnya—ketemu lagi sore ini. “Kak, aku pesan red velvet cake,” ucap Oliver pada pelayan di belakang etalase, tanpa menghiraukan gadis tersebut. “Baik, Kak. Ada lagi?” “Eh? Tunggu! Tunggu!” Gadis itu menyela. “Kak, red velvet cake-nya ada lagi, ‘kan?” “Cuma tinggal satu lagi, Kak.” “Apa?” Gadis bermata bulat itu melirik Oliver sejenak, lalu menatap sang pelayan lagi. “Tapi aku mau red velvet itu, Kak.”
10220.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.6K kali sebagai one of these nights red velvet
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
eld
ini cerita termanis yg pernah aku baca sih. alurnya juga ga bertele tele, bener2 singkat, padat tapi sekali lagi manis. bahasanya juga enak dibaca, ga kaku dan santai gaya bahasa kita sehari hari yg buat baca jadi nyaman. big thanks to author udah buat cerita semanis ini ...️
Kamarea Donna
Alur ceritanya menarik dan membuat hati pilu seperti bisa merasakan pedihnya hati Jingga dan hatinya yang terkoyak.Lalu dia kecelakaan dan mati bikin penasaran bagaimana kelanjutan kisah ini dgn Jingga yg sudah dibuat mati pada awal cerita, bagaimana nasib anaknya Oliver?Harus baca sampai habis ini
Baca Semua Ulasan
Terjebak Menjadi Istri Sang Bos

Terjebak Menjadi Istri Sang Bos

00 – Distrik Merah Viance Lampu neon berwarna ungu dan merah darah menghiasi fasad The Velvet Room, klub paling eksklusif sekaligus paling gelap di jantung kota Viance. Aruna berdiri di koridor belakang, menatap pantulan dirinya di cermin retak. Ia mengenakan gaun hitam ketat pinjaman dari Siska, teman lamanya yang bekerja di sana. Gaun itu terasa terlalu pendek dan terbuka, mengekspos lekuk tubuhnya yang selama ini ia sembunyikan di balik blazer kerja yang sopan.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai one of these nights red velvet
Baca
+Pustaka
NIGHTMARE

NIGHTMARE

"Tentu, aku akan menuruti permintaanmu setelah itu asal kau mau membantuku." Irene berpikir sejenak, "Menarik. Baiklah, aku akan membantumu." Setujunya. "Asal, tepati janjimu setelah itu." Reveline tersenyum sinis, lalu memanggukan kepalanya perlahan. "Lalu apa yang akan aku lakukan malam nanti?" Tanya Irene penasaran. Pemuda itu lalu menyerahkan sebuah undangan berwarna pink dengan tinta emas didalamnya. Sepertinya acara formal karena designnya begitu cantik.
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai one of these nights red velvet
Baca
+Pustaka
AFTER ONE NIGHT STAND

AFTER ONE NIGHT STAND

pinta pengemudi kepada bartender. Mereka pun berlalu meninggalkan Karmila di meja bar sendiri. Bartender tersenyum kepadanya lalu mulai meracik minuman. Hanya butuh beberapa menit, bartender telah menyodorkan segelas minuman. "Bikin mabuk?" tanya Karmila sembari menatap cairan berwarna merah di dalam gelas. "Enggak, isis doang. Aroma sunkist mix peppermint. Silakan!” ucap bartender tersebut.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai one of these nights red velvet
Baca
+Pustaka
Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

Suaraku tersendat, tidak bisa melanjutkan lagi. Aku membanting cokelat itu ke arahnya, mengenai dadanya, sebelum cokelat itu akhirnya jatuh ke lantai yang berlumuran debu. "Kamu nggak pantas menerima hadiah darinya! Kamu nggak pantas mendapatkan cinta Selsa!" Aku meraung-raung tepat di wajahnya. Dhanu mengambil cokelat itu dari lantai dengan tangan gemetar. Bekas darah dan tanah terlihat samar menyelimuti cokelat itu.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai one of these nights red velvet
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status