Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Red in Us

Red in Us

ujar Rabu. “Kenapa? Karena kita sebenarnya sejak dulu tak sepenuhnya kuning? Because there is Red ini Us?” tanya Katha sembari menatap tepat pada mata Rabu. Sudut-sudut bibir Rabu terangkat membentuk senyum yang begitu cerah. Dia kembali menggenggam tangan Katha erat. “Iya,” jawabnya. “Karena ada merah dalam persahabatan kita. Sejak lama.”
1018.5K viewsCompletedAdded to Library 516 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
Red Clock

Red Clock

Hari telah menjelang malam, kota-kota di London mulai gelap, lampu-lampu kota sudah menunjukkan kesombongan cahanya, suara-suara ramai terus mengusik pendengaran. Mahluk malam yang nyata berlalu lalang didunia bawah, tak sedikit dari mereka akan menuju ke kota untuk mendapatkan santapan malam dari manusia-manusia tolol. Seperti saat ini, sepasang iblis berkuku tajam tersenyum penuh melihat seorang gadis yang berada di dalam sel mereka. Baru 15 menit tadi mereka medapatkan gadis kumuh ini di pinggir jalam werlands, salah satu tempat kumuh yang paling terkenal di London.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
Langit Merah

Langit Merah

Perlahan pria itu mendorong pintu kamar itu. Dan di sana, di atas tempat tidur, ia melihat tubuh kecil berbaring menyamping dan sedang membelakanginya. Ia masuk dengan langkah kaki yang tidak bersuara. Matanya berkedip, menatap tuan mudanya sedang terlelap sambil mendekap robot hadiahnya. Kelapa pelayan itu melemahkan tatapannya, tangannya bergerak menarik selimut untuk menutupi tubuh Vano hingga dadanya. Lalu doa terucap dari bibirnya, mengharapkan agar mimpi indah datang dalam tidur tuan mudanya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Ia justru merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kantong kecil berbahan beludru. Dengan gerakan dramatis, ia mengeluarkan tiga butir anggur berwarna merah gelap yang sangat besar dan berkilau—Ruby Roman Grapes. Anggur paling mahal di dunia yang harganya bisa mencapai ribuan dolar per tangkai. ​"Ini bayaran untuk pengiriman pagi ini," ucap Davis.
10891 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
Defeat the Night

Defeat the Night

Arabella bergumam membaca beberapa kalimat di kartu undangan yang diterimanya. "Ya... pesta hutan... Pesta yang di adakan di hutan. Api unggun, permainan, musik, tarian, makanan dan alkohol?" "Begitu." "Kami mengadakannya malam ini di hutan redwood. Kalian tahu kawat bolong di bagian belakang laboratorium, itu jalan masuknya, kalian hanya perlu berjalan lurus beberapa puluh meter ke lokasinya, lalu kalian akan--"
2.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
Terjebak Menjadi Istri Sang Bos

Terjebak Menjadi Istri Sang Bos

00 – Distrik Merah Viance Lampu neon berwarna ungu dan merah darah menghiasi fasad The Velvet Room, klub paling eksklusif sekaligus paling gelap di jantung kota Viance. Aruna berdiri di koridor belakang, menatap pantulan dirinya di cermin retak. Ia mengenakan gaun hitam ketat pinjaman dari Siska, teman lamanya yang bekerja di sana. Gaun itu terasa terlalu pendek dan terbuka, mengekspos lekuk tubuhnya yang selama ini ia sembunyikan di balik blazer kerja yang sopan.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
My First Night

My First Night

cecar Maya, hendak menyuapi Bang Rudnya. "Boleh ...." balas Rudi. Kemudian mulutnya menganga. Mangap maksudnya. "Haduh, kita jadi obat nyamuk deh. Ya 'kan Mil." aku memutar bola mata malas. "Iya, Rin. Apa lah daya nasib zomblo sepertiku." ucap Milea memanyunkan bibirnya. "Udahlah, gue doain lo berjodoh dengan Pak Tarjo ya,"
107.3K viewsOngoingAdded to Library 189 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
AFTER ONE NIGHT STAND

AFTER ONE NIGHT STAND

pinta pengemudi kepada bartender. Mereka pun berlalu meninggalkan Karmila di meja bar sendiri. Bartender tersenyum kepadanya lalu mulai meracik minuman. Hanya butuh beberapa menit, bartender telah menyodorkan segelas minuman. "Bikin mabuk?" tanya Karmila sembari menatap cairan berwarna merah di dalam gelas. "Enggak, isis doang. Aroma sunkist mix peppermint. Silakan!” ucap bartender tersebut.
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 540 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

Suaraku tersendat, tidak bisa melanjutkan lagi. Aku membanting cokelat itu ke arahnya, mengenai dadanya, sebelum cokelat itu akhirnya jatuh ke lantai yang berlumuran debu. "Kamu nggak pantas menerima hadiah darinya! Kamu nggak pantas mendapatkan cinta Selsa!" Aku meraung-raung tepat di wajahnya. Dhanu mengambil cokelat itu dari lantai dengan tangan gemetar. Bekas darah dan tanah terlihat samar menyelimuti cokelat itu.
4.8K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
(Not) One Night

(Not) One Night

Tak ada yang menarik baginya, tak ada yang spesial juga. Evelyn berjalan mendekati cermin agar dia bisa melihat dengan lebih jelas. Di dadanya terdapat beberapa bercak berwarna merah keunguan, yang kontras dengan warna kulitnya. Evelyn menyentuhnya, dan bercak-bercak itu tak hilang. Jelas tak akan hilang hanya dalam sehari saja.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as one of these nights red velvet
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status