Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Merajut Asa

Merajut Asa

Perjuangan hidupku begitu keras dan aku kembali dengan mata yang teramat lelah saat menyaksikan dunia sepertinya tidak akan berubah, tapi ketika tawamu hadir tawa itu mengudara mencariku tawa itu memperlihatkan padaku pintu-pintu kehidupan Stanza keempat dan kelima penuh dengan majas, tidak ada goresan pada lariknya. Textliner kembali dibubuhkan Joseph di stanza terakhir. Tertawalah pada malam, pada siang, pada bulan, tertawalah pada kekacauan jalanan di pulau ini
1062.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai sajak prosa
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
Moy
Terima kasih sudah membuat bacaan yang luar biasa. Saya benar2 hanyut dalam ceritanya, karena ceritanya benar-benar hidup, tidak mudah ditebak dan pembaca bisa merasakan dilokasi yg ada dalam cerita. Sungguh serasa baca living books dengan asupan subjek bidang psikologi. Dan ternyata ini kisah nyata
asta
Hampir satu tahun istirahat, jeda di Bab 68. Begitu balik untuk menyelesaikannya, untuk mengisi waktu berpuasa, ternyata isi ceritanya berubah. Saya belum menyelesaikan cerita sebelumnya. Saya mengingatnya tentang seorang ibu satu anak yang diceraikan dan tinggal bersama keluarga Swedia di US. (-_-)
Baca Semua Ulasan
200 Sajak Tentang Awan

200 Sajak Tentang Awan

Waktu yang menciptakan kedekatan diantara keduanya. Masih ditempat yang sama. Bianka sedikitpun tak bergeser dari tempat yang lebih mirip miniatur bukit dibanding taman. Setidaknya dirinya tidak sendiri, dia bersama notebook mungil –sahabat tanpa katanya yang selalu menemani menggerakkan jemari diatasnya, merangkai sajak-sajak Bianka. Lagi, tidak perlu bertanya untuk siapa sajak itu dibuat. Aku tahu persis bagaimana rasanya, Mong. Satuhal yang kamu lupa, batu pun akan rapuh karena tetesan air hujan yang keras kepala.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai sajak prosa
Baca
+Pustaka
Pernikahan Nona Smith

Pernikahan Nona Smith

Ia tidak terima dan sangat tidak suka. “Apa ini soal prosa itu? Heh! Lelaki konyol. Apa kau tahu arti dari prosa? KARANGAN BEBAS! Jadi terserah aku mau membuatnya menjadi seperti apa. Sekarang menyingkirlah dari hadapanku! Wajahmu membuatku muak.” Biuh, biuh, biuh. Smith meluapkan kekesalannya. Ia berbicara dengan sangat lantang di depan wajah Janu.
1033.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 881 kali sebagai sajak prosa
Baca
+Pustaka
Kode Prosa Aisha

Kode Prosa Aisha

“Are you talking about prose code—Apa kau bicara tentang kode prosa?” “Um, whatever it name. But I know you see what I mean—Terserah apa namanya. Tapi aku tahu kamu paham maksudku.” Filan memaknai tatapan mata Nester itu sedang lelah berbasa-basi. “She didnt give me it for free—Dia tidak memberikan itu padaku dengan cuma-cuma. She complicates my understanding with prose that has to be interpreted from complex speculations, so that I can read it as a real recipe—Dia menyulitkan pemahamanku dengan prosa yang mengharuskan penafsiran dari spekulasi rumit, supaya aku bisa membacanya sebagai sebuah resep sungguhan,” ungkap Filan dengan kesal.
9.82.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai sajak prosa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status