Merajut Asa
Perjuangan hidupku begitu keras dan aku kembali
dengan mata yang teramat lelah
saat menyaksikan
dunia sepertinya tidak akan berubah,
tapi ketika tawamu hadir
tawa itu mengudara mencariku
tawa itu memperlihatkan padaku
pintu-pintu kehidupan
Stanza keempat dan kelima penuh dengan majas, tidak ada goresan pada lariknya. Textliner kembali dibubuhkan Joseph di stanza terakhir.
Tertawalah pada malam,
pada siang, pada bulan,
tertawalah pada kekacauan jalanan di pulau ini