Bara Dendam Sang Prabu Boko
serunya, nadanya seperti ratu yang mahkotanya baru saja dicopot paksa.
"Wah, wah, wah, wah!" sahut Wiku Amasu, suaranya terdengar mencemooh, bagaikan suara kodok tua di tengah hujan. Ia menjulurkan kepalanya dari antara dedaunan rimbun, rambut gondrongnya yang berantakan terlihat seperti sarang burung puyuh. "Ternyata kesayangan dari Panglima Kunara Sancaka, yang katanya anti terhadap hal-hal yang tidak senonoh, masih saja rajin menggoda yang bukan miliknya. Astaga, sungguh mengerikan. Tingkahmu itu seperti ikan sepat yang kelaparan!" Ia menyeringai. "Ingat, Sriti! Kalau Kunara Sancaka sampai tahu kau sengaja tebar pesona dan menggoda Pangeran, habis kau! Dijamin langsung dijadikan perkedel
Hot Chapters