Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JALAN KEKEKALAN ABADI

JALAN KEKEKALAN ABADI

Jiang Qin berkata dengan helaan napas panjang. “Sulit? Apa ada tempat selain gurun pasir?” tanya Wei Yuan. “Makam suci terdiri dari lima wilayah yaitu wilayah selatan diisi laut, barat diisi pergunungan, utara diisi hutan, timur diisi gurun pasir dan wilayah tengah diisi reruntuhan. Di antara kelima wilayah itu, timur yang sangat sulit karena ada begitu banyak hal yang membuatnya sulit.”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Tak ada tata krama kau, Ra. Laki masih duduk di sini, kau hendak pergi. Oh iya, bereskanlah baju kau. Besok pagi, kita pulang ke Jakarta.” “B-besok, Bang?“ tanyaku. Aku sungguh tak percaya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut suamiku itu. Bisa-bisanya dia mengajakku pindah saat duka masih menyelimuti rumah ini. “Iyalah. Mau sampai kapan aku di sini? Kerjaanku menunggu di sana. Jadi, kau siapkanlah barang kau semua. Entah kapan kita bisa kembali ke Siak.”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

Ia menarik lagi serangan pasak tangan kanan untuk melompat mundur menyelamatkan diri. “Shi, setan keji, hari ini aku bersumpah akan membunuhmu!” Memang pria tinggi kurus yang bersenjata sepasang pasak itu adalah Shi, seorang tokoh dunia persilatan yang berjuluk Pasak Bumi dan menyukai anak kecil.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Ledakan kecil terdengar, dan satu pilar runtuh seketika, tiga makhluk bayangan ambruk dan berubah jadi debu sebelum bisa meronta. “Jangan berhenti!” teriak Kaelian dari atas kudanya. “Pukul sampai sihir mereka ambruk!” Tapi di tengah kemenangan kecil itu, langit mendadak bergetar. Sebuah jeritan... panjang dan tidak berasal dari dunia ini... melesat dari arah utara. ***
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
SIAN JIE SIN KANG (TENAGA SAKTI ALAM DEWA)

SIAN JIE SIN KANG (TENAGA SAKTI ALAM DEWA)

Ji Bao Oek mengernyitkan dahi, semakin penasaran. "Ada tulisan di sebuah pohon besar di halaman belakang. Tulisan itu berbunyi, ‘Musuh telah kuhabisi.’ Tetapi, yang lebih aneh adalah cara tulisan itu terbentuk. Seolah-olah pohon tersebut tidak terluka atau tergores, seperti muncul begitu saja," kata Xiu Yan sambil menunduk, bingung.
9.615.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Terjerat Takdir Tuan Saka

Terjerat Takdir Tuan Saka

sahut Arum. "Ya tapi jangan sok jagoan kayak gitu dong, kamu ini ringkih banget badannya! Jangan diulangi lagi!" Alis Saka bertemu, wajahnya kini terlihat sedang marah. "Udah dong, tuan... Jangan marah-marah teruss, saya pusing..." Arum memanyunkan bibirnya, lalu menurunkan pandangannya yang sebelumnya menatap wajah Saka.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

Ledakan maha dahsyat pun terdengar seiring dengan hancurnya tubuh Sanjaya hingga menjadi debu bertaburan di tanah, itulah ajian andalan Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas yang bernama ajian Rajawali Melebur Sukma. Benda apapun yang terkena ajian maha dahsyat itu akan hancur lebur, jika lolos dari sasaran dan hanya mengenai permukaan tanah maka tanah itu akan berlobang sedalam sepinggang orang dewasa serta mengepulkan asap.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 834 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Selangkah Berjejak

Selangkah Berjejak

Ia memungut jambu yang baru saja jatuh dan mengumpulkannya. “Kamu selalu bisa membuat seseorang terbuai Kay” Azlan tersenyum lebar. Kay pun ikut tertawa dengan ucapan Azlan. Aku menatap jambu-jambu ini. Mereka berwarna merah muda dan besar-besar. Ukurannya dua kali lipat jambu biasa. Barangkali hal ini karena daerah desa damai yang subur sehingga apa pun yang di tanam di tanah ini akan tumbuh dengan maksimal.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

“Katakan saja. Tidak apa-apa aku tidak akan berpihak padanya. Aku hanya ingin melihat secara objektif dari sudut pandangmu.” “Sebenarnya, ada keanehan yang terjadi. Tidak biasanya karyanya semengerikan itu. Aku tahu anak itu pecinta horror tapi kurasa itu bukanlah sebuah karya yang ditulis berdasarkan imajinasi. Melainkan sebuah ancaman.” “Karya?” “Ya, puisi. Damian menulis puisi di sebuah kertas yang ada di mejanya.” “Begitu ya.” “Eh? Kau sungguh tidak tahu?”
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Ia tak benar-benar pergi. Ia menjaga dari dalam dunia.” Hari berlalu. Dalam beberapa pekan berikutnya, perubahan makin nyata. Di Bandung, tanah yang kini menjadi pusat napas baru Pajajaran Sukma Niskala — terjadi hal-hal yang tak dapat dijelaskan oleh nalar. Pohon-pohon tumbuh di tempat-tempat berbatu, air mengalir dari tanah kering dan di malam hari, langit sering menampakkan bentuk-bentuk cahaya aneh menyerupai kujang. Para tetua menamai cahaya itu “Layung Rasa”, tanda bahwa Arjuna Wisangjati masih menjaga.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai sajak alam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status