Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Sebagai gantinya, dia mengambil setumpuk dokumen tebal dan mulai memeriksa riwayat medis pasien. “Waktu sangat penting, jadi saya akan mempersingkatnya. Pasien menderita pendarahan otak sekunder, khususnya disebabkan oleh pendarahan jaringan otak yang mengelilingi sistem ventrikel ke dalam otak besar. Ada perdarahan di putamen yang masuk ke ventrikel lateral antara bagian depan nukleus kaudatus dan kapsula interna, perdarahan internal di talamus yang masuk ke ventrikel ketiga, dan dari pons yang masuk ke ventrikel keempat. Karena itu, kami akan menggunakan teknik perawatan yang berbeda. Selama operasi, untuk mengurangi tekanan intrakranial pasien, pertama-tama saya akan membuat tusukan ventr
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai sanguin
Baca
+Pustaka
SELINGKUH

SELINGKUH

Bersambung. Salam manis dari Cherry yang manis! 🍒🥰♥️🌸
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai sanguin
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Ia memandang Rehan sejenak, lalu tersenyum dingin. “Kau mungkin memenangkan ini, tapi perang ini belum berakhir, Yang Mulia. Ingatlah, bayangan akan selalu ada di belakangmu.” Sebelum ada yang bisa mencegahnya, Seraphine meneguk isi botol itu. Wajahnya segera memucat, dan dalam hitungan detik, ia terjatuh ke lantai. Para prajurit bergegas, tetapi Seraphine telah tiada.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai sanguin
Baca
+Pustaka
RAHASIA BAPAK MERTUA

RAHASIA BAPAK MERTUA

Malam itu, Sugiono pikir akan jadi malam yang paling memuaskannya, tapi belum juga hajatnya selesai, Sugiono sudah disampakkan dengan cairan merah, bercampur putih kental yang baunya sangat amis. "Ich, gila banget." Sugiono menutup matanya berusaha menghilangkan ingatannya tentang hal itu. Tapi, semakin dirinya membuang ingatan itu, bayangannya semakin pekat. Bukan darah biasa, seperti darah wanita yang sedang datang bulan lainnya. "Darah apaan ya? Apa mungkin dia sedang berhalangan? Tapi, setahuku Puri nggak gitu ya, aku yakin Puri tidak begitu?!" ucap Sugiono sambil memutar otaknya.
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai sanguin
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

Lelaki paruh baya memuntahkan darah segar. “Akh!” Kuranji merasakan tulang punggungnya seakan remuk. Ia mencoba bangkit, terbungkuk-bungkuk sembari memegang dada. Uhuk! Segumpal cairan merah kental, yang muncrat dari mulut Kuranji, menjadi pertanda betapa kuatnya kemampuan lawan. ‘Tua bangka itu lumayan hebat.’ Kuranji membatin kagum. Tatapannya lekat membaca perubahan air muka si lelaki paruh baya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai sanguin
Baca
+Pustaka
SANG PETARUNG

SANG PETARUNG

Di menit awal petarung sombong tampak ganas dengan mengeluarkan serangan brutal, tapi semua serangannya tidak berarti. Di menit pertengahan, petarung rendah hati dapat momentum bagus, dia bisa melepaskan satu pukulan hook pas mengenai wajah, lalu disusul uppercut mematikan sehingga si petarung sombong terhuyung-huyung seperti orang mabuk. Saat itulah petarung rendah hati memukulnya bertubi-tubi hingga petarung sombong tergeletak tanpa perlawanan.
760 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai sanguin
Baca
+Pustaka
PENDEKAR 7 WARNA

PENDEKAR 7 WARNA

Cang Sin tidak menyangka, Zaiho terluka padahal kemampuan sahabatnya itu tidak bisa dianggap remeh. Tanpa banyak kata, Cang Sin menotok aliran darah di titik tertentu Zaiho, lalu setelah itu ia mengerahkan kekuatannya ke telapak tangan dan berulang kali ia memukul bagian belakang tubuh Zaiho. Zaiho muntah darah kembali beberapa kali dan anehnya darah itu hitam serta mengeluarkan asap seperti belerang. Baunya juga sangat busuk, hingga Cang Sin harus menahan napas ketika aroma itu menguar ke mana-mana.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai sanguin
Baca
+Pustaka
Cerai pura pura

Cerai pura pura

Di celana gamis Santi yang berwarna muda, merembes noda merah darah segar yang semakin melebar. "Astaghfirullah! Pendarahan!" teriak Satrio wajahnya pucat pasi. "San! Santi! Bangun, Dek!" Santi setengah sadar. Rasa sakit itu tak tertahankan. Rasanya seperti ada bagian tubuhnya yang ditarik paksa keluar. "Angga..." bisik Santi lirih, matanya terpejam. "Sakit..."
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai sanguin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status