Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terpaksa Satu Peraduan dengan CEO Arogan

Terpaksa Satu Peraduan dengan CEO Arogan

ucap Markijem sambil tertawa keras. "Baru juga ngalahin satu orang udah belagu lu!" bentak Sutiwe marah. "Ok. Satu lawan satu. Lu bebas pilih mau pilih siapa duluan," tantang si Gimbal dengan sombong. Sylvi bingung. Memilih Jamilap yang terlihat paling lemah lembut pun dia tidak berani. Karena Jamilap sudah beberapa kali memukulnya di dalam sel mereka sebelumnya dan pukulan tangannya juga cukup keras.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as selimut karakter
Read
+Library
SETELAH AKU DIMADU

SETELAH AKU DIMADU

Setitik airmataku jatuh tapi aku segera menghapusnya. Aku harus terlihat biasa seolah tak mengetahui apapun yang selama ini telah terjadi demi mendapatkan banyak bukti lagi. Meskipun aku muak, muak melihat wajah mas Irwan. Wajah yang selama ini selalu aku rindukan setiap hari, kini berganti dengan wajah yang manipulatif, penuh dengan dusta dan berlindung di balik topengnya yang terbungkus dengan manis, sebagai figur yang begitu sayang kepada keluarga kecilnya. Hatiku nyeri sekali, begitu hebatnya mas Irwan memainkan dua peran sekaligus, dia protagonis juga antagonisnya. "Itu Mama, sekarang kita berangkat. Papa sudah pesan makanan di restoran mewah."
103.8K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as selimut karakter
Read
+Library
Selìni

Selìni

"Huh? Apa hubungannya?" "Pheromone mereka tidak mengenakkan kubilang, dalam artian pekat dan campur aduk membuat pusing. Seperti mereka sedang masa Rut." Itu bukan hal baik. "Sial, kenapa mereka tidak berpikiran untuk berdiam diri di goa atau melakukan hal lain. Sudah jelas Rut tak mudah ditangani," Calum mendecih, tak habis pikir. Mengingat dirinya bahkan pernah merantai diri sendiri agar tidak kelepasan hilang akal di siklus Rut pertama.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as selimut karakter
Read
+Library
Invitasi

Invitasi

Setelah Mika mengetahui adanya Game Invitasi dan mencoba memainkannya, perlahan Mika mengerti beberapa hal. Visual karakter dalam permainan benar-banar diciptakan menyerupai Mika, Rania, Jovita, Isamu, Tami, Adien, dan dua karakter laki-laki yang kemungkinan adalah tambahan. Tidak hanya karakter, pembukaan singkat dalam video sebelum permainan dimulai juga menggambarkan kejadian yang benar-benar terjadi di vila ketika Isamu Zelina terbunuh. Mika benar-benar marah. Ketakutan, perasaan bersalah, serta kehidupan mereka, hanya dijadikan sebagai sebuah pertunjukan. Nyawa Jovita, Isamu, dan Tami tidak lebih dari rekayasa video Game.
9.910.3K viewsCompletedAdded to Library 400 Times as selimut karakter
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status