LOGINInggit harus menelan pil pahit setelah suaminya (Irwan) ketahuan selingkuh lalu menikah dengan perempuan lain yang sudah terlanjur hamil. Di saat masa-masa sulit karena dipoligami, dia juga harus menghadapi sikap semena-mena Erika, istri kedua suaminya. Inggit mencoba untuk bertahan demi puteranya, Rafa. Namun, karena tak kuat, Inggit memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Bandung. Bandung mempertemukan kembali Inggit dengan Baskara, lelaki yang dulu selalu membully nya ketika di sekolah. Namun, siapa sangka, ternyata Baskara menyimpan sebuah perasaan sejak dahulu kepada Inggit. Bagaimana akhirnya Inggit memaknai kehidupannya setelah hadirnya Baskara, apakah dia akan tetap mempertahankan rumah tangganya bersama Irwan dengan alasan anak, atau mencoba membuka hati kepada Baskara yang dulu dibenci mati-matian olehnya?
View MoreMana bisa? Mana bisa dalam satu istana ada dua ratu di dalamnya? Aku masih menekan dadaku sendiri saat ini di kamar tamu, tempat sekarang aku berada. Mataku memang sudah memanas sedari tadi, tapi aku tak akan membiarkan rintik ini menganak sungai membanjiri pipi. Memang bajingan lelaki yang masih bergelar suamiku itu. Lebih bajingan lagi ibu mertuaku yang telah membuat aku terkucil dari rumah ini. Rumah yang seharusnya nyaman aku diami bersama keluarga kecilku. "Mama?" Aku tersentak, lalu menoleh dan mendapati Rafa sedang menatap bingung, kepalanya sesekali menoleh ke atas lalu kembali ke arahku. Dia tentu tak tahu siapa perempuan yang sekarang sedang menggamit manja lengan mas Irwan. "Rafa, kemari sebentar, Mama mau bicara." Nampaknya aku memang harus memberi tahu sekaligus memberi pengertian kepada puteraku ini tentang Erika. Meski berat sekali mengucap tapi aku tidak bisa lagi menyimpan ini lebih lama. "Mama, siapa tante yang sedang bersama papa? Kenapa tampak mesra sek
Setelah kemarin acara pernikahan mas Irwan dan Erika digelar, aku begitu terkejut ketika hari ini mendapati keduanya datang ke rumah. Padahal aku dan mas Irwan sudah sempat menyepakati bahwa Erika tidak akan tinggal di rumah ini karena aku masih menjaga perasaan Rafa. Namun, sekarang kenapa Erika ikut pulang bersama mas Irwan, bahkan membawa koper dan beberapa barangnya?"Kenapa dia ikut ke sini, Mas? Kita udah sepakat ya, dia nggak tinggal di sini sama kita. Kamu bisa bebas pergi dengannya dan tinggal dengannya, asal gak di sini," ujarku yang langsung melayangkan protes kepada mas Irwan. "Kenapa kamu yang mengatur? Ini kan rumah suamiku juga, jadi aku juga berhak untuk tinggal di sini dong! Enak aja kamu mau tinggal di sini sendirian sama anakmu aja! Aku juga lagi mengandung anaknya Mas Irwan, jadi aku juga berhak!" Aku memandang sengit Erika. Sudah dipastikan bahwa kehidupan rumah tangga ini akan kacau setelah kehadirannya di sini. Aku tidak akan pernah mau berbaikan dengan peremp
Dan mereka pun menikah, ya, mereka menikah. Aku tak hadir di pernikahan mas Irwan dan Erika. Aku hanya berdiam diri di rumah saja, aku menghabiskan waktu menonton televisi yang sesekali diselingi airmata. Tak ada isak yang keluar dari mulutku, hanya airmata yang senantiasa mengalir menandakan aku tengah terluka. Meski aku mencoba untuk menerima ini semua, tapi tetap saja rasa sakit menyerangku tanpa ampun. "Ma." Gegas ku hapus airmata. Rafa tidak boleh melihatku dalam keadaan menangis seperti ini. Aku segera menoleh dan memberikan senyum terbaikku kepadanya. "Ma, papa udah berapa hari ini kok enggak pulang?" tanya puteraku kebingungan. Aku menarik nafas panjang, sulit sekali menjelaskan kepada Rafa tentang semua ini tetapi aku juga tak bisa jika membiarkan Rafa terus dibohongi. Namun, setiap kali ingin mengatakan kepada Rafa hal yang sebenarnya, pasti aku langsung terdiam, tak sanggup. Rafa masih cukup kecil untuk menerima kenyataan bahwa ayahnya telah menikah lagi dan malah dia
"Totalnya lima ratus lima puluh dua ribu, Mbak." Aku mengangguk, mengeluarkan uang dari dalam dompet dari dalam tasku. Aku sedang berada di dalam supermarket, membeli kebutuhan rumah tangga yang sudah mulai habis. Sudah tiga hari semenjak mas Irwan membawa selingkuhannya ke rumah kami, dia tak pulang ke rumah lagi. Aku juga tak lagi mengharapkan kepulangannya. Aku takut dia akan menyentuhku sebab aku tak lagi rela tubuhku dijamah olehnya. Meski aku tahu bahwa dia masih berstatus sebagai suamiku, tapi aku sungguh tak lagi menganggapnya demikian.Katakanlah aku bodoh karena masih bertahan. Namun, kulakukan semua ini demi Rafa. Aku tak mau kehilangan puteraku. Sampai hari ini, Rafa juga tak tahu apa yang telah terjadi pada hubungan kedua orangtuanya dan aku rasa, Rafa belum cukup umur untuk mengerti akan hal itu. "Mas, aku sekalian beli alat-alat mandi ya, di rumah soalnya udah pada habis." Aku mendengar suara yang akhir-akhir ini tak lagi asing di telingaku. Suara perempuan yang suda












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews