Ranjang Panas Suamiku
“Kita belum selesai. Kamu harus menemaniku sebagai istri, di ranjang, sebelum kita resmi berpisah.”
...
Agnira harus menelan pil pahit saat surat cerai yang ia ajukan pada suaminya tertolak begitu saja. Satu klausal tersembunyi yang tidak pernah ia sadari sejak awal menjadi sumber segalanya.
Ia dipaksa tinggal lebih lama. Dipaksa berbagi ruang. Dipaksa menghadapi tatapan yang kini terasa berbeda. Yang awalnya penolakan, berubah menjadi ketegangan. Yang awalnya benci, berubah menjadi sesuatu yang lebih panas dari yang seharusnya.
Karena semakin mereka mencoba menjaga jarak, semakin jelas satu hal yang tak bisa mereka hindari.
Bagaimana jika malam yang seharusnya jadi akhir … justru jadi awal dari segalanya?