Di Ranjang Majikanku
Tak jauh di depannya, Pak Ridwan menyeringai geli sambil menyodorkan sepasang sepatu bot berwarna hitam.
"Kalau takut lumpur, lebih baik kamu pulang, Nak. Rasanya akan gatal dan sangat lelah pinggangnya setelah selesai."
Dalam hati Bhaga ketar ketir, tapi malu kalau pulang. Dia menatap sepatu itu, kemudian memindai hamparan sawah yang membentang luas di depan matanya. Angin berembus pelan. Bulir-bulir padi menguning bergoyang mengikuti arah angin. Suara burung pipit bersahutan dari kejauhan. Pemandangan itu indah, tetapi jelas sangat jauh dari ruang rapat berpendingin udara yang biasa dia tempati.