Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Beberapa petani bertelanjang dada berdiri tanpa alas kaki di lumpur, pipi mereka memerah bergantian oleh uap dan angin dingin, dan teriakan mereka naik ke udara bersama kabut putih. Mick, berjalan di pematang sawah, berbisik kepada Draven di sampingnya: "Ladang ini dibajak tahun lalu, jadi tahun ini kita hanya perlu mencangkul ringan dan membuat parit." Sepatu botnya dipenuhi lumpur tebal, tetapi di tangannya, dia memegang segumpal lumpur basah dengan mantap. Draven memperhatikan dia menggosok lumpur dengan lembut dan meletakkannya di telapak tangannya, seolah dia membelai harta yang sangat berharga.
9.67.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Pengkhianatan Suamiku

Pengkhianatan Suamiku

Hawanya cukup menyegarkan dan menenangkan, aku sangat suka suasana seperti ini. Sontak, aku langsung menyunggingkan senyuman saat melihat beberapa orang anak laki-laki bermain sepak bola di sawah yang sedikit berlumpur. Tubuh mereka penuh dengan lumpur, bahkan ada yang sampai kepala dan wajah. "Astaga." Aku melotot, kemudian tertawa terbahak-bahak saat melihat seorang anak terjatuh dan ketika bangkit, wajahnya sudah cemong oleh lumpur.
9.976.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

Danu menoleh menatap serius pada Pak Hasan. "Gatal? Kenapa bisa begitu, Pak?" Danu penasaran sekali, hingga mencoba mencari kejelasan dari ucapan Pak Hasan. "Iya, lumpur sawah 'kan ada hewan kecilnya. Kalo kelamaan disawah nanti kakinya bolong-bolong seperti ini," ungkap Pak Hasan menunjukkan telapak kakinya yang berlubang-lubang. Danu menatap lekat telapak kaki Pak Hasan yang penuh lubang kecil-kecil.
105.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Sreett Blug Argggghhhhh Tama meringis kesakitan, ketika kakinya salah melangkah dan akhirnya harus terperosok ke sawah yang tampak kosong dan diisi air untuk nantinya ditanami bibit padi yang baru. Tubuhnya kini penuh lumpur, kakinya tertancap ke dalam lumpur sawah yang sangat dalam sehingga dirinya sangat sulit untuk bergerak. Hal itu pastinya membuat dirinya bertambah panik, beberapa kali dia melihat ke arah belakang karena dia takut ada sesuatu yang mengejarnya dibelakang sana. juga tubuhnya dia gerakan dengan sekuat tenaga, agar kakinya yang masuk ke dalam lumpur bisa terlepas pada malam itu.
10126.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai sepatu lumpur sawah
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Selubung Memori

Selubung Memori

Itu lumpur. Kami menaiki tangga alami, berulang kali terpeleset—tentu saja—tidak ada yang memakai sepatu khusus di antara kami, jadi ketika Reila berjalan di depan, dia berjalan sangat lambat, berusaha tidak terpeleset karena sama artinya mendorongku jatuh. Pada akhirnya, dia mencengkeram rerumputan basah, berhasil menapakkan kaki di ladang Padang Anushka. Aku menyusul di belakangnya. Dan kupastikan itu benar-benar suasana yang merindukan. Setelah melihat pulau yang bisa bergerak, melihat ladang luas Padang Anushka rasanya seperti hidup kembali.
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 715 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

bentak beberapa petani serempak. Aep didorong hingga terjatuh. Setengah tubuhnya masuk ke petak sawah hingga dipenuhi lumpur. Pria itu berkali-kali bangkit untuk menyusul, tetapi orang-orang itu tak membiarkan dirinya untuk sekadar mendekat. Tangisnya pun pecah.
9.774.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

sahut sang wanita dengan tidak menghentikan kegiatannya melumurkan lumpur tersebut ke tubuh Antaguna. “Tapi lumpur ini bau sekali!” “Oh, Dewi Pengasih!” Puti Champo mendelik pada sang pria. “Kau punya usul yang lebih baik lagi, hemm?” “Ti-Tidak,” Antaguna mereguk ludah. “Maaf. Lumpur apa sebenarnya ini, Tuan Gadih?”
1074.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

Enam orang pria itu segera berlari menerobos paya yang berlumpur itu tanpa sempat membicarakan apapun. Baru beberapa langkah saja mereka melangkahkan kaki mereka di dalam paya tersebut, kaki mereka langsung terbenam ke dalam lumpur hingga lutut. Tidak mau berhenti sampai di situ, mereka pun kembali bangkit dan berlari. Hanya beberapa langkah kemudian, kaki mereka kembali dijebak oleh lumpur yang dalam. Rawa yang setengah basah itu bahkan sampai berombak. Hal tersebut terjadi sampai beberapa kali, sebelum akhirnya mereka semua pun memutuskan untuk keluar dari paya tersebut dan memilih jalan yang memutar dari sisi kanan rawa.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
BERITA VIRAL ISTRI DAN ANAKKU YANG JADI PEMULUNG

BERITA VIRAL ISTRI DAN ANAKKU YANG JADI PEMULUNG

“Aaaaaa tolong …. Karena suara teriakan Sita dan motornya yang menimbulkan berisik tentu saja membuat orang-orang yang sedang ada di sawah menoleh ke arahnya. Namun, bukannya membantu justru mereka tertawa. Bagaimana tidak sebab wajah Sita belepotan lumpur dan hampir seluruh badannya kotor dengan lumpur. Sita berdiri dan berniat untuk mengangkat motornya dari kubangan lumpur, tetapi sia-sia sebab mtootnya berat ditambah ada di dalam lumpur yang membuatnya tambah berat. Akhirnya mau tidak mau Sita pun meminta bantuan dari para petani yang sekarang sudah ada di dekatnya.
9.928.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 897 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

Pak Ridwan pun membalasnya dengan senyuman, dia mengangguk beberapa kali sampai akhirnya Ucok pun pergi menyusuri jalanan utama sampai ujung sana, kemudian berbelok ke arah hutan yang ada di sebelah kanan yang bisa menembus ke kolam air dengan pipa-pipa yang sudah mulai tersambung secara perlahan dari rawa yang ada di ujung hutan. Sedangkan Pak Ridwan… Dia ikut berlari dari belakang, menyusuri rumah-rumah warga yang berjejer sepanjang jalan. Jalanan yang masih tanah dan berlumpur, membuat sepatu boots yang dia pakai harus beberapa kali masuk ke dalam kubangan lumpur di pinggir jalan sehingga membuat celana dan bajunya terciprat oleh lumpur yang ada disana. Dia terus berlari, tubuhnya terliha
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status