Suara tenggorokanku langsung berubah jadi serak dan perih—itulah petunjuk pertama buatku kalau faring lagi meradang.
Biasanya dimulai dengan rasa gatal atau kering yang membuat aku terus menelan. Setelah beberapa jam bisa berkembang jadi sakit tajam waktu menelan, terutama makanan atau minuman dingin. Tenggorokan tampak merah jika dilihat, kadang ada pembengkakan kelenjar getah bening di leher yang terasa nyeri saat disentuh. Gejala lain yang sering muncul barengan adalah demam ringan sampai tinggi, sakit kepala, rasa lesu, dan nafsu makan turun. Jika penyebabnya virus, sering disertai batuk, pilek, atau mata merah. Kalau penyebabnya bakteri seperti infeksi streptokokus, gejala cenderung datang mendadak: demam tinggi, nyeri menelan hebat, bercak putih atau nanah di tonsil, dan biasanya tanpa batuk.
Untuk perawatan, aku biasanya mulai dengan istirahat suara, banyak minum, berkumur air garam hangat, dan obat pereda rasa sakit jika perlu. Kalau demam tinggi, tidak bisa makan/minum, atau gejala parah dan berlangsung lebih dari 48–72 jam, sebaiknya periksa ke tenaga medis karena mungkin perlu pemeriksaan rapid test atau antibiotik. Pengalaman pribadi: garam hangat dan minuman hangat madu lemon sering bantu meredakan sementara, tapi jangan paksakan bernyanyi sampai benar-benar pulih.