Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Vilo's Coffee Shop Dion memakirkan sedan merah miliknya di depan sebuah kafe kopi milik teman kuliah mereka, Vincent Oliver. Kesenyapan dan kesunyian menaungi di antara mereka berdua, hanya suara bunyi pendingin mobil dan musik jazz yang menjadi teman perantara di tengah kesunyian mereka. "Kau mau turun?" tanya Dion melepas sabuk pengamannya.
9.911.8K viewsCompletedAdded to Library 284 Times as siccin 2
Read
+Library
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Pintu ditutup rapat dan tidak lupa dikunci cepat. “Astaga! Apa yang sempat kulihat beberapa waktu tadi?!” Susan histeris setelah bersusah payah membungkam mulutnya. Emine tertunduk malu. Ia tidak menyangka saat ciuman dari Can yang selalu disukainya, berniat membalasnya, justru berakhir memalukan.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as siccin 2
Read
+Library
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Dan selama Celine sibuk mencari pusat itu, Kiara bisa melihat siapa saja yang bergerak bersamanya. Itulah tujuan umpan pertama. Bukan untuk menang. Tetapi untuk memaksa lawan menunjukkan tangan. Kiara mematikan sebagian jalur, lalu membiarkan satu jalur lain tetap terbuka. Tidak besar. Tidak jelas. Hanya cukup untuk dilihat jika seseorang benar-benar mencari. Di layar, nama Adrian Pramana muncul samar sebagai bagian dari arsip lama yang tidak lengkap.
595 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as siccin 2
Read
+Library
Cincin Kedua

Cincin Kedua

Cincin kedua akan memasuki sekuel kedua, selamat membaca.. 😊😊 Ketika Lani sudah mulai melupakan masa lalunya dengan Bobby, ternyata Bobby melakukan pendekatan dengan Lani kembali. Dia menyadari kalau masih mencintai dan menyayanginya. Apalagi sudah ada buah hati mereka. Lani merasa risih dengan Bobby, sehingga ia mulai menghindari. Walaupun tidak bisa dipungkiri kalau ia masih menyimpan rasa padanya.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as siccin 2
Read
+Library
SINNER

SINNER

Ia sontak tekejut. “Nyonya Chris!” Wanita itu tertawa renyah, “Maaf. Tapi kau seperti aktor yang berakting – dan, kau tahu, depresi.” El mendelik, “Ya, mungkin suatu hari nanti. Oh, dan jam berapa sekarang?” “Sepuluh kalau tidak salah.” jawab Nyonya Chris singkat. Ia terkejut; membulatkan matanya dan membiarkan mulutnya terbuka untuk beberapa saat. El mempercepat aktivitasnya.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as siccin 2
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status