Sentuhan Adik Sahabatku
Sepiring steak berkilau saus cokelat, sayuran panggang harum yang menguar, pasta krim dengan taburan keju meleleh, dan dua gelas sparkling soda memantulkan sinar lilin, menciptakan suasana intim yang sederhana namun penuh perhatian.
“Aku masak sendiri,” Birru bilang sambil tersenyum canggung. “Kalau rasanya kurang, harap dimaklumi.”
Jennar memandang meja itu lama, senyum mengembang di bibirnya. “Ini lebih dari cukup, Ruu. Ini… sempurna. Jadi, ini alasan kamu nggak bisa jemput aku tadi?”
Birru mengangguk pelan, suara penuh kehangatan. “Iya, Sayang...”