Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Adik Angkatku Istri Kedua Suamiku

Adik Angkatku Istri Kedua Suamiku

“Tega kamu sama aku? Kamu tahu kan Mas Tio itu suamiku? Ayah dari Arlan dan Echa? Aku gak nyangkaa.” “Sayang, dengerin aku dulu yaa ….” “Surat cerai biar aku yang urus. Aku pastikan hak asuh Arlan dan Echa jatuh ke tanganku!” — “Kenapa sih kamu selalu merebut kebahagiaan akuu? Udah bagus kamu ngajuin gugatan cerai, kenapa milih rujuk sama Mas Tio?” “Kamu gak tahu malu yaa? Memangnya kamu saja yang muak? Aku juga muak. Gak tau diri. Kamu ngaca! Kalau bukan karena aku yang maksa Bunda dan Papa untuk merawat kamu, kamu bukan apa-apa sampai hari ini.” “Kamu ….” “Apa? Aku kurang baik apa sama kamu, hah? Semua aku kasih. Perhatian, kasih sayang, harta, aku kasih semua buat kamu. Tapi apa balasannya? Kamu main sama suami aku dibelakang aku, Harena!” — “Melanjutkan perjalanan dengan motor yang cacat, atau berhenti untuk mencari kendraaan lain supaya bisa lebih nyaman dan aman untuk kembali melakukan perjalanan.” --Zandi Hariztaza. – Cindya Aurelia Yasya, perempuan cantik yang lebih menyukai berpakaian sederhana, ia terlahir di keluarga cemara dan sangat berkucupan dalam segi materi. Perempuan itu memilih untuk menikah dengan Dharmatio Satya, seorang laki-laki yang telah menyelamatkan nyawanya. Laki-laki yang menurutnya baik dan sayang kepadanya, ternyata semua itu manipulasi. Zadin Haristaza, yang merupakan sahabat Cindya pun turun tangan dan menggunakan celah tersebut untuk merebut Cindya, membawa kembali cinta pertamanya
Rumah Tangga
106.7K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal

Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal

Setelah Hendra kembali, aku melihat kolom voting di internet: [Setelah seorang pria berselingkuh, biasanya lebih merasa bersalah pada istrinya atau kekasihnya?] Yang memilih kekasih mencapai 99% suara. Aku berbalik dan bertanya pada Hendra, "Apa kamu juga merasa gitu?" Hendra meletakkan bukunya dan menatapku dengan ekspresi acuh tak acuh bercampur lelah. "Caroline, aku sudah kembali." "Kamu mau apa lagi?"
Read
Idagdag sa library
Ibu Tiri yang Buta Hati

Ibu Tiri yang Buta Hati

Ayahku menderita gangguan bipolar parah. Ketika aku berumur delapan tahun, rumahku dirampok dan ibuku dibunuh. Aku kehilangan satu mata ketika melindungi ayahku dari serangan pisau. Setelah itu, aku menjadi harta paling berharga dan paling dilindungi ayahku. Menjadi titik paling sensitif yang tidak boleh diusik. Seorang teman sekelas menertawakan mataku yang buta. Beberapa hari kemudian, termosnya tiba-tiba meledak dan membutakan matanya. Anak nakal di sekolah mencoba merundungku. Keesokan harinya, dia mengalami patah tulang tangan dan kaki karena kejatuhan benda berat, lalu ditinggalkan di gang terpencil. Bisnis ayahku berkembang pesat dan metode bisnisnya semakin agresif. Tapi aku tetap menjadi kesayangannya. Siapa pun yang berani mengganggu putri Ditya Danaraja akan menghadapi konsekuensi yang tidak terbayangkan. Dan aku sangat beruntung. Lembaga penelitian medis terkemuka di luar negeri menawarkan cara untuk membantuku melihat kembali. Pada hari ketika aku melihat kembali, aku menerima undangan pernikahan ayahku. "Kiara, Ayah punya ibu baru untukmu." "Saat kamu pulang, akan ada satu orang lagi yang bisa selalu mencintaimu!" Ayah berkata bahwa ibu baruku itu lembut dan baik hati. Siang malam menanti-nanti ingin bertemu denganku. Hatiku sangat tersentuh dan aku menyiapkan hadiah untuknya dengan penuh perhatian. Tapi, dia menyuruh pengawalnya untuk mengikatku di sebuah pabrik kosong. "Masih muda bukannya belajar, malah ingin merebut suami orang. Dasar murahan!" "Beraninya kamu mencuri perhiasan milik istri pertama suamiku?" "Tunggu saja, aku akan mengulitimu!"
Maikling Kwento · Romansa
4.9K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Suamiku … seorang komandan resimen yang telah menikah denganku selama sepuluh tahun, kutahan di luar ruang duka anak kami. Bukan tanpa alasan. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, anakku meninggalkan tiga permintaan terakhir. Permintaan pertama … Untuk sementara waktu, jangan beri tahu ayah tentang kematiannya. Dia takut ayahnya akan bersedih. Permintaan kedua …. Masakkan makanan kesukaan ayah, lalu mintalah ayah menemaninya merayakan ulang tahunnya yang terakhir. Dan permintaan ketiga …. Jika ayah tak datang, maka pastikan, benar-benar pastikan, jangan pernah biarkan pria itu muncul lagi di depan makamnya. Jadi, setelah anakku tiada …. Meski hujan deras mengguyur di luar aula duka. Meski pria itu berdiri dengan mata merah dan tubuh gemetar. Meski tangisnya pecah histeris di balik pintu ruang duka …. Aku tetap tak membiarkannya mendekati anakku. Bahkan selangkah pun tidak. Tiga hari lalu, Yuda Saloka menghabiskan semalaman bersama cinta pertamanya. Bersama anak perempuan itu, mereka menyalakan kembang api. Saat pulang, dia membawa sebuah tas sekolah baru. Katanya … sebagai pengganti karena telah melewatkan ulang tahun anak kami. Tapi dia mengerutkan kening, tak mengerti alasan air mata di sudut mataku. “Cuma ulang tahun saja, ‘kan? Nanti juga bisa dirayakan lagi.” Saat itu, dia belum tahu … Anak kami … yang baru berusia lima tahun … telah meninggal karena asma. Dan takkan pernah lagi punya kesempatan menyambut hari pertamanya bersekolah.
Maikling Kwento · Romansa
3.0K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Cinta Mati Bersama Kekecewaan Masa Lalu

Cinta Mati Bersama Kekecewaan Masa Lalu

Setelah keguguran, aku terbaring di ICU selama satu bulan penuh. Sementara suamiku malah menemani cinta pertamanya berkeliling jalan-jalan ke mana-mana. Ketika dia memutuskan untuk menceraikanku, dia baru teringat untuk mencariku. Dia menelepon ibuku dan menuduhku, bertanya sampai kapan aku akan terus membuat keributan tanpa alasan. Ibuku menatapku yang hampir sekarat, dan hatinya benar-benar hancur. "Dia nggak akan pernah lagi membuat keributan tanpa alasan denganmu. Apa kamu sudah puas?"
Maikling Kwento · Romansa
3.5K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

Suamiku, sang CEO, selalu mengira aku ini perempuan matre. Setiap kali pergi menemani cinta pertama yang depresinya kambuh, dia akan membelikanku satu tas Hermes edisi terbatas. Setengah tahun kami menikah, ruang wardrobe penuh sesak dengan tas-tas mahal. Sampai ketika tas yang ke-sembilan puluh sembilan kuterima, dia menyadari perubahan sikapku yang tiba-tiba. Aku tak lagi menangis histeris setiap kali dia pergi menemani wanita itu. Aku tak lagi menerjang hujan badai hanya karena satu kalimat, “Aku ingin bertemu denganmu.” Yang kupinta darinya hanyalah sebuah jimat pelindung untuk anak kami yang belum lahir. Saat kata “anak” terucap dari bibirku, tatapan Andika Kesuma sedikit melunak. “Kalau kondisi Olivia sudah membaik, aku temani kamu periksa kehamilan ke rumah sakit.” Aku hanya mengangguk dengan patuh. Aku tak memberitahunya bahwa sepuluh hari lalu… aku sudah kehilangan anak itu. Ya, aku keguguran. Antara aku dan dia kini… hanya tersisa selembar surat cerai yang menunggu untuk ditandatangani.
Maikling Kwento · Romansa
10.3K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Dario berbisik menyebut namanya 999 kali dalam tidurnya. Namun, tak pernah menyebut namaku. Lima tahun aku memberikan segalanya untuk Dario Mahardika, pewaris salah satu dinasti mafia terkuat di Aropa. Aku mengubah rumahnya menjadi rumah yang hangat, mengingat setiap detail cerobohnya yang terlewat, bahkan meninggalkan mimpiku menjadi seniman, dengan harapan bahwa suatu hari, dia akan memilihku. Namun, setiap kali Arisa muncul, kesetiaan Dario bergeser padanya. Malam itu, ketika kuah sop yang panas melukai lenganku, dia segera melindungi Arisa dari goresan yang nyaris tak meninggalkan bekas. Di depan umum, pandangannya tak pernah tertuju padaku, selalu mengarah kepada Arisa. Aku hanya istri di atas kertas, tetapi bukan dalam kenyataan. Jadi aku pergi. Hanya dengan sebuah koper, surat cerai yang dia tanda tangani tanpa sadar, dan sebuah rahasia yang tak pernah kuberi tahu padanya, yaitu aku sedang hamil tiga bulan. Saat dia sadar, semuanya sudah terlambat. Perceraian itu nyata. Berkas klinik itu nyata, dan ketika dia menyadarinya, aku sudah lenyap. Sekarang, pria yang dulu menguasai kota dengan dingin itu menghancurkan dunia untuk menemukanku. Dia punya tentara, uang, dan seribu permintaan maaf yang tak pernah dia ucapkan saat aku masih menjadi istrinya. Namun, aku bukan lagi wanita yang memohon kasih sayang. Aku seorang ibu. Seorang seniman. Seorang pejuang. Pertanyaannya bukan apakah Dario bisa menemukanku. Akan tetapi, apakah ketika dia berhasil, aku akan membiarkannya kembali ke kehidupan yang pernah dia hancurkan.
Maikling Kwento · Mafia
8.5K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Menceraikan Suamiku yang Kejam

Menceraikan Suamiku yang Kejam

Teman masa kecil suamiku berkemudi saat mabuk dan menabrak orang tuaku hingga mati. Aku ingin melapor polisi, tetapi suamiku malah menutup mataku dan membawaku ke ruang bawah tanah. Selama tiga tahun, aku mengalami berbagai macam siksaan di tengah kegelapan. Setiap kali setelah disiksa, akan terdengar suara dingin seorang pria. "Yulia, kamu masih membencinya?" Hingga suatu hari, aku berbaring di lantai yang dingin dan memohon ampun dengan orang di ujung telepon, "Nggak! Aku nggak membencinya lagi!" Seketika, terdengar tawa bahagia suamiku di telepon. Setelah aku keluar, aku menghindari pelukan suamiku. Saat aku mengusulkan perceraian, dia malah menggila.
Maikling Kwento · Romansa
6.4K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk. Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi. Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali. Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka. Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah. Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat." Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk. "Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!" Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku. Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.
Read
Idagdag sa library
Pemandangan Terakhir Anakku

Pemandangan Terakhir Anakku

Di hari ulang tahun putra kami yang kelima, kami sekeluarga pergi melihat hujan meteor. Di tengah perjalanan, suamiku menerima telepon dan pergi terburu-buru. Tengah malam, asma putraku kambuh dan satu-satunya obat yang ada malah tertinggal di dalam mobil suamiku. Aku menggendongnya, berlari pontang-panting di tengah alam liar yang sepi tak berpenghuni. Aku berulang kali mencoba menelepon suamiku, tapi yang kudapat hanyalah balasan pesan dingin yang berisi, [Aku ada urusan mendesak, jangan ganggu.] Keesokan harinya, akhirnya aku menerima telepon dari suamiku. Tapi, yang terdengar malah suara cinta pertamanya. “Tadi malam tiba-tiba anjingku sakit dan meninggal. James takut aku sedih, jadi dia menemaniku semalaman. Dia baru tidur sekarang, kalau ada pesan, sampaikan saja padaku.” Aku mengelus wajah putraku yang sudah membiru, lalu menjawab, “Sampaikan padanya, kita cerai saja.”
Maikling Kwento · Romansa
1.6K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
PREV
1
...
2122232425
...
50
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status