Dinodai Sebelum Malam Pertama
“Ya udah, satu lagi saja. Ini sangat mudah, lanjutkan oleh Teteh! Pakadzabuhu pa’aqoruha fadamdama ‘alaihim rabbuhum bidzanbihim passawaha …”
Rasyid kembali membacakan salah satu ayat surat pada juz tiga puluh.
“Wala yakhofu ‘uqbaha,” jawab Salwa kemudian.
“Betul sekali,” sahut Rasyid dengan tersenyum lebar.
“Surat apa?”
“Asy-Syams, lima belas ayat.” Salwa mulai merasa jenuh. “Sekarang kita main tebak-tebakkan. Giliran permainan Teteh yang harus Rasyid ikuti.”