Cinta untuk Istriku
"Abim. Kamu adalah harapan kami satu-satunya saat ini. Cuman kamu yang bisa ngasih semangat ke Zahra. Ana khawatir, penyakitnya kambuh lagi."
"Kiayi minta ana buat menikahi Ning Zahra, Gus."
"Terus, antum bersedia atau tidak?" tanya Gus pelan.
"Apapun itu, untuk kebahagiaan Kiayi, ana bersedia, Gus."
"Alhamdulillah. Terima kasih, Abim. Antum memang teman terbaik!" Gus Adnan memelukku erat. Aku berusaha tersenyum bahagia pula meski hati ini tetap saja berkata tidak dan tidak.
Hot Chapters