Tergoda Rayuan CEO Muda
Akan berdiri dan memanggil lelaki yang sekarang berada di kasir tersebut, tangan Wening mencegah.
"Jangan," kata Wening, "Mbak itu cuma teringat seseorang. Dia pernah membuat pancake seperti ini dan tadi rasanya persis seperti buatan dia. Dari tingkat kemanisan serta kematangan sama persis." Wening mengusap air mata yang meleleh.
"Pasti lelaki pengkhianat itu, ya. Ih, jengkel, deh. Mbak masih saja ingat."
Mencoba menarik garis bibirnya, Wening mencoba kembali memasukkan makanan ringan tersebut. "Nggak papa, Vi. Susah jadi masa lalu juga," ucapnya kemudian.
Sikat na Kabanata