Menikah Dengan Dosen Galak
Zahira bertanya lagi, tak peduli meskipun ia yang harus selalu membuka percakapan lebih dulu.
"Terserah." Hanya itu jawabannya, juga terdengar dingin dan kaku. Zahira mendesah pasrah. Ia tau, pria itu pasti jangah dengannya yang terlalu banyak bicara dan bodoh.
"Uang itu bisa kamu gunakan untuk menambah modal, atau biaya hidupmu sehari-hari." Suara Gema. Dan itu terdengar seperti hembusan angin yang menyejukkan hati Zahira. Tentu saja, gadis itu kembali tersenyum lebar. Matanya berbinar-binar indah sekali.