Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.

Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.

sahut Mbak Ning. “Belilah, Bude kan, uangnya banyak ngapain uang disimpan-simpan nanti Bude belum seneng-seneng sudah sakit loh akhirnya duitnya dipakai untuk bayar rumah sakit," ucap Wira.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Dosen Galak

Menikah Dengan Dosen Galak

Zahira bertanya lagi, tak peduli meskipun ia yang harus selalu membuka percakapan lebih dulu. "Terserah." Hanya itu jawabannya, juga terdengar dingin dan kaku. Zahira mendesah pasrah. Ia tau, pria itu pasti jangah dengannya yang terlalu banyak bicara dan bodoh. "Uang itu bisa kamu gunakan untuk menambah modal, atau biaya hidupmu sehari-hari." Suara Gema. Dan itu terdengar seperti hembusan angin yang menyejukkan hati Zahira. Tentu saja, gadis itu kembali tersenyum lebar. Matanya berbinar-binar indah sekali.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

Bara hanya menatap punggung bu Bira yang sudah menghilang di balik pintu. “Tiga milyar,” gumam Bara sambil menggeleng. “Apa sih yang Mama pikirkan,sudah habis uang sebanyak itu masih saja percaya sama teman racun kayak gitu,” ujar Bara pada dirinya sendiri sebelum bangkit menuju gazebo untuk menikmati asap tembakau yang membuat semangat dan kembali rileks apalagi jika ditambah dengan segelas kopi.
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 605 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Uangku Bukan Uangmu, Mas!

Uangku Bukan Uangmu, Mas!

ujar Dini. "Oh, itu mah salah kalian sendiri mungkin kalian banyak hutang kali. Kalau aku mah kalau yang udah namanya hutan, Big no! Aku nggak akan lakuin itu! Satu lagi dengan boros, nggak usah kalau suka memang mewah-mewahan." Mel berkata congkak seolah meremehkan orang-orang yang mempunyai hutang. Ya tuhan, seharusnya nasir india katakan itu tadi dituju pada dirinya sendiri. Bukankah dia ya beda hutang sana sini, sama aku aja masih tersisa begitu banyak hutang yang tidak pernah dibayar.
7.482.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Nikah Kontrak Ketika Hamil

Nikah Kontrak Ketika Hamil

sahut Mlathi sedikit meninggikan intonasi suaranya agar Eric tidak kembali bertanya. "Hah, kau bercanda yah? Zaman sekarang mana ada orang tidak punya no rekening." "Ada, buktinya aku tidak ada." Eric memutar bola matanya malas, bagaimana mungkin wanita matre itu tidak memiliki akses tempat menyimpan uangnya. "Lalu bagaimana aku memberikan uang itu padamu? Aku tidak punya uang kas," ujar Eric dengan jengah. Mlathi hanya diam, ia juga tidak tahu harus bagaimana. Apalagi ia sedikit tidak mengerti dengan teknologi sekarang, ia hanya tahu sedikit mengenai hal semacam itu.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 872 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Oleh-oleh Perjalanan Dinas Suamiku

Oleh-oleh Perjalanan Dinas Suamiku

Part 29 Pov Nirmala "Halo?" sahut suara di seberang sana. "Halo, Pak Brahma?" "Yap." "Ada yang ingin saya bicarakan mengenai perjanjian yang Bapak kirim ke saya," ujarku. "Silakan." "Mengenai ... uang bulanan," ucapku ragu. "Kurang?" "Oh, tidak ... tidak. Bukan begitu. Malah saya merasa itu terlalu banyak."
9.728.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 587 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Itu yang paling berbahaya. Ia akan muncul seperti suara netral, seolah cuma ingin "membicarakan baik-baik", padahal justru nada tenangnya nanti akan membuat tuntutan mereka terdengar lebih masuk akal di telinga orang luar. "Kita jangan bicara uang dulu," kata Budi akhirnya. "Kita bicara rumah, bicara bakti, bicara anak-anak, bicara orang tua."
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Bicara

Bicara

jawab Misell santai. Reihan menatap mata Misell. "Oh, ya?" Misell mengangguk mantap. "Tapi ... aku denger, kamu paling anti ngeluarin uang mingguan kamu buat naik ojek online," kata Reihan membantah argumen Misell. Misell melotot karena kesal dengan ucapan Abangnya. "Ih, punya Abang rasanya pengen aku give away-in aja!"
7.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Ternyata Kaya Tujuh Turunan

Ternyata Kaya Tujuh Turunan

Nada suaranya meninggi walau dia masih berusaha menahan diri, "Sejak lahir kamu sudah disuapi dengan sendok perak! Tahu apa kamu tentang arti uang?! Mungkin angka itu tidak besar untuk kamu tapi ..." "Anda salah paham. Aku tidak pernah mengecilkan nominal uang. Aku bahkan tidak tahu berapa jumla yang ditawarkan kepada Anda," senyum, "Aku hanya mengatakan berapa banyak pun jumlah itu, uang tetap uang. Benar?" Dengan berat hati Atmadja akhirnya mengangguk. Ucapan Narendra ada benarnya. Uang tetaplah uang berapapun nominalnya.
9.31.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61.4K kali sebagai mahardika uang bicara
Tampilkan Ulasan (379)
Baca
+Pustaka
Iana Marco
Thooor... Extra part, please?! ... Baca sampai ending sambil nyari² adegan hukuman buat Reizi. Leon yg colak-colek aj dapat hukuman, masa Reizi yg berbuat lebih parah ngga ... Trus kan ada disebutin tuh waktu Calya ngobrol sama Narendra, Calya sendiri yg mau hukum Reizi. Pasti seru tuh .........
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Baca Semua Ulasan
Kunci Brankas Rahasia Suamiku.

Kunci Brankas Rahasia Suamiku.

Dia tak lagi bicara, seolah tak tau lagi mau bicara apa. *** "Bukan aku tak mau memberi uang itu Bu, tapi Maya memang tak mau mencarikan pinjaman." Aku terbangun karena haus. Saat keluar, aku mendengar mas Darma sedang bicara dengan ibunya melalui ponsel. Ternyata, mereka belum selesai membahas uang tiga juta itu. "Sudahlah Bu. Kalau mau, minta mas Diki dulu. Nanti, ada uang aku bayar. Kalau sekarang, mana ada uangku."
8.7102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status