Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda

Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda

"Nyo--nyonya... Anda yakin mau aku yang melakukannya?!" "Sudah lakukan saja! Aku sudah... uh, aku sudah tidak tahan Bara..." Bagaimana jika sopir sepertimu ternyata sudah diincar sejak lama oleh istri majikanmu sendiri, untuk dijadikan "pelampiasannya"? Pada siang hari, aku harus menemani majikanku yang cantik dan menggoda. Begitu juga saat malam tiba. Bedanya, siang di mobil, malam di kamarnya...
9.256.5K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as tadi siang
Read
+Library
Melahirkan Anak Tuan Tampan

Melahirkan Anak Tuan Tampan

"Jimmy, apa kau bersedia tidur denganku?" tanya Charisa dengan tatapan mata yang menggoda. Pengaruh alkohol mengendalikan pikirannya dan mulai menggila. "Nona, apa yang kau pikirkan?" tanya Jimmy gelagapan menatap wanita yang baru ia temui di bandara tadi siang begitu agresif padanya. "Kau tidak mau, kalau begitu aku akan cari pria lain saja!" Charisa mengedarkan pandangannya mencari pria lain di klub malam itu. "Jangan Nona!" jawabnya sambil menarik pinggang wanita cantik itu dan menahan wajah Charisa ke arahnya agar ia berhenti mencari pria lain di sini. Charisa patah hati ketika kembali ke Jakarta setelah dua belas tahun dan mendapati cinta pertamanya Genta sudah menikah dan memiliki anak. Merasa menjadi wanita yang tidak diinginkan, Charisa mengajak orang yang mengaku asisten barunya itu untuk tidur bersama. Setelah malam panas itu, Charisa baru tahu kalau pria yang menemaninya bukan anak buahnya melainkan orang asing. Bahkan ia tidak tahu nama asli pria itu, dan juga terlalu malu untuk mencari keberadaan pria itu. Sampai akhirnya dia hamil dan mendapatkan kenyataan kalau Genta belum menikah dan ia hanya salah paham karena hanya melihat Genta menggandeng seorang anak tanpa memeriksanya terlebih dulu.Terlebih lagi Genta ternyata masih memiliki perasaan yang sama. Bagaimana nasib Charisa setelah ini?
101.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as tadi siang
Read
+Library
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

Giovanna Bee
Kisah tentang Diana dan Alexander yang berasal dari dunia yang berbeda; siang dan malam, hitam dan putih, baik dan tidak baik.
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as tadi siang
Read
+Library
Bayang-Bayang Shunmak

Bayang-Bayang Shunmak

Alfare
Di siang hari, Farid Fajri adalah presenter terkenal sekaligus sosialita kaya raya. Namun pada malam-malam tertentu, dia beraksi membasmi kejahatan lewat identitas rahasianya sebagai Shunmak—pahlawan bertopeng misterius yang beraksi menggunakan peralatan-peralatan canggih.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as tadi siang
Read
+Library
Jerat Cinta Mantan Suami

Jerat Cinta Mantan Suami

Andhika yp
"Aku membencimu setengah dari nafasku. Namun separuh nafasku yang lain mengatakan bahwa aku masih mencintaimu." Ratna menunjuk pria yang ada di depannya. Matanya yang tadi merah kini berubah menjadi sedikit senduh dan ada air di sudutnya
3.5K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as tadi siang
Read
+Library
Terpaksa Menikah dengan Atasanku

Terpaksa Menikah dengan Atasanku

Setelah menerima pekerjaan barunya sebagai asisten Presiden Grup Jing Sheng, ia pun bersiap melapor untuk pertama kalinya kepada sang atasan yang, sama seperti dirinya, juga baru saja menjabat. Ia belum sepenuhnya paham medan yang akan dihadapinya, namun tak disangka, tugas pertamanya justru datang dengan kejutan besar. "Pagi besok, batalkan semua jadwal rapat," ujar pria itu dengan nada tenang namun tak terbantahkan. "Jam sembilan, ikut aku ke kantor catatan sipil. Kita akan mengambil surat nikah." Hari pertamanya bekerja dan ia sudah harus menghadapi kenyataan bahwa sang presiden yang baru itu, dengan seenaknya, memaksanya untuk menikah. Tanpa perkenalan, tanpa proses pendekatan, hanya satu perintah yang tak memberikan ruang untuk pembangkangan. Haruskah ia melawan? Atau menuruti saja perintah pria yang bahkan belum sempat benar-benar ia kenal? Malam harinya, ketika rumah sudah senyap dan waktu tidur tiba, pria itu bersandar santai di ambang pintu kamar. Suaranya terdengar ringan, malas, namun ada nada menggoda yang tak bisa diabaikan. "Bu Ny. Presiden, aku mau matikan lampunya. Kau yakin ingin tidur meringkuk seperti bakpao kukus sambil memeluk pisau?" Perempuan itu menatap tajam sambil tetap memegangi senjata kecil yang ia bawa untuk berjaga-jaga. "Kalau begitu, kau bisa tidur di luar." "Tidak mungkin," sahut pria itu cepat. "Ini rumahku." "Siang tadi, kau sendiri yang mengalihkan hak kepemilikan rumah ini padaku. Jadi sekarang, ini rumahku," balasnya tenang, tapi tajam. Saling menantang di antara batas logika dan perasaan, keduanya berdiri di ujung ketegangan yang entah akan berakhir dengan perang atau... sesuatu yang jauh lebih membingungkan.
10822 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as tadi siang
Read
+Library
Malaikat Maut Sang Pelakor

Malaikat Maut Sang Pelakor

Sastra Inema
Siska yang masih terbaring malas tanpa busana langsung menyambar piyama yang tergantung di belakang pintu dan segera memakainya sembarang. "Mas? Apa Mas Arga lupa sesuatu?" Siska segera membuka pintu kamar, berpikir bahwa yang menendang vas bunga tadi adalaha Arga. Namun, dia tersurut ke belakang sa
104.9K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as tadi siang
Read
+Library
Istri Sah CEO

Istri Sah CEO

Uswah
"Mas, aku melihat istrimu tadi jalan berdua dengan adik lelakimu ke hotel!" Pernikahan Zahwa dengan Leo yang baru seumur jagung diterpa isu perselingkuhan. Di mana Zahwa dituduh berselingkuh dengan adik tiri Leo. Benarkah Zahwa berselingkuh? Lalu akankah Leo mempertahankan Zahwa atau menceraikannya?
103.2K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as tadi siang
Read
+Library
Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

"Jangan, Om. Nanti mama lihat!" Om Beni menarik pinggangku dengan pelan, hingga tu 6uh kami menempel. "Mama mertua kamu sudah tidur. Kita bisa bebas. Om sedih liat kamu tadi ditamparnya. Sini, Om obati!" "Om, jangan!" Om Beni sudah menggendongku masuk ke kamarnya.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as tadi siang
Read
+Library
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
597 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as tadi siang
Read
+Library
PREV
123456
...
22
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status