LOGIN"Jimmy, apa kau bersedia tidur denganku?" tanya Charisa dengan tatapan mata yang menggoda. Pengaruh alkohol mengendalikan pikirannya dan mulai menggila. "Nona, apa yang kau pikirkan?" tanya Jimmy gelagapan menatap wanita yang baru ia temui di bandara tadi siang begitu agresif padanya. "Kau tidak mau, kalau begitu aku akan cari pria lain saja!" Charisa mengedarkan pandangannya mencari pria lain di klub malam itu. "Jangan Nona!" jawabnya sambil menarik pinggang wanita cantik itu dan menahan wajah Charisa ke arahnya agar ia berhenti mencari pria lain di sini. Charisa patah hati ketika kembali ke Jakarta setelah dua belas tahun dan mendapati cinta pertamanya Genta sudah menikah dan memiliki anak. Merasa menjadi wanita yang tidak diinginkan, Charisa mengajak orang yang mengaku asisten barunya itu untuk tidur bersama. Setelah malam panas itu, Charisa baru tahu kalau pria yang menemaninya bukan anak buahnya melainkan orang asing. Bahkan ia tidak tahu nama asli pria itu, dan juga terlalu malu untuk mencari keberadaan pria itu. Sampai akhirnya dia hamil dan mendapatkan kenyataan kalau Genta belum menikah dan ia hanya salah paham karena hanya melihat Genta menggandeng seorang anak tanpa memeriksanya terlebih dulu.Terlebih lagi Genta ternyata masih memiliki perasaan yang sama. Bagaimana nasib Charisa setelah ini?
View MoreJean menutup matanya sebentar. Kepalanya berdenyut hebat, tubuhnya kaku oleh rantai yang mencekik pergelangan tangan dan kaki. Namun pikirannya berputar cepat. Ia tahu satu hal, Ryuga bukan orang bodoh. Ia pasti menangkap ada sesuatu yang aneh dalam ucapannya tadi.Kazuto berjalan ke meja, menuangkan minuman ke dalam gelas kristal, lalu meneguknya dengan santai. “Lihat, Jean. Semua bisa jadi sederhana kalau kau menurut. Besok pagi, kau akan berdiri di samping Yuri. Dunia akan percaya kalian pasangan bahagia. Saham keluargamu akan stabil. Dan aku … akan memegang kendali di balik layar.”Yuri tersenyum dingin. Ia mendekat, jari-jarinya yang terawat menyentuh wajah Jean yang penuh luka. “Jangan khawatir. Aku tahu bagaimana membuatmu terlihat meyakinkan di depan kamera.Jean menoleh dengan kasar, menepis sentuhan itu sejauh yang bisa ia lakukan meski tangannya terikat. “Kau pikir aku boneka?!”“Bukan boneka,” jawab Yuri tenang. “Hanya pion. Pion yang sempurna.”Hening sejenak. Hanya suara
Masih dalam keadaan setengah sadar, Jean menatap pria berwajah seram yang berdiri di depannya.Kazuto menyeringai. “Akhirnya kita bertemu langsung, Jean.”Jean meronta, mencoba melepaskan ikatannya, namun hanya menghasilkan gemeretak rantai di lantai beton. Napasnya masih berat, darah mengalir dari pelipis yang terluka. Ia mendongak, menatap Kazuto dengan mata penuh amarah.“Dasar brengsek. Kalian benar-benar penjahat?!” suara Jean parau, tapi tajam seperti pisau.Kazuto berjongkok di depan Jean, jarak mereka hanya sejengkal. “Ya, itu benar. Kami sudah menyusun rencana besar.”Ia menjentikkan jam saku di tangannya, membukanya perlahan dan memperhatikan jarum-jarum kecil yang berdetak. “Asal kau menuruti apa perintahku, kau akan menyelamatkan banyak orang malam ini!”Jean menatap Kazuto dengan penuh amarah. “Kalau kau menyentuh mereka—aku bersumpah, Kazuto, bahkan dari dalam neraka pun aku akan menyeretmu turun.”Kazuto berdiri, menepuk-nepuk bahu Jean keras hingga pria itu meringis. “
Sementara itu Ryuga bersama anak buahnya yang lain menyusuri tangga darurat menuju lantai 25. Napasnya terengah karena menaiki tangga darurat mengejar waktu. Sampai di depan pintu Ryuga memerintahkan anak buahnya untuk berjaga sebagian di tangga.Ryuga mendorong pintu dan berjalan menyusuri koridor lantai 25 dengan tatapan waspada. Tidak ada orang lalu lalang hanya seorang pelayan keluar dari kamar sebelah tempat Jean masuk ke kamar itu. Pelayan itu mendorong troli selimut kotor dan sempat menyapa Ryuga dengan ramah.Anak buah kepercayaan Jean itu kemudian memberi kode pada anak buah lainnya agar tetap waspada dan berjaga di luar pintu kamar. Tapi ketika mereka mendekat, ternyata pintu kamar itu sudah terbuka sedikit. Tanpa ragu, Ryuga mendorongnya dan masuk ke dalam.Pintu sudah terbuka sedikit. Tanpa ragu, Ryuga mendorongnya masuk.Pemandangan di dalam kamar membuat napasnya tercekat. Kursi terbalik. Meja bundar pecah sebagian, seperti terkena benturan keras. Tirai terlepas dari re
Jean menggendong Darren menuju kamarnya. Tubuh kecil itu bersandar lemah di dadanya, napasnya belum sepenuhnya teratur. Sementara itu, Charisa hanya mengikuti di belakang, tanpa sepatah kata pun. Raut wajahnya tegang—marah, kecewa, dan sangat terluka. Pandangannya tidak tertuju pada siapa pun. Wanita itu tampak seperti membangun tembok tinggi untuk melindungi hatinya yang hancur.Setelah menidurkan Darren, Jean berbalik dan melihat Charisa duduk di tepi ranjang, tubuhnya kaku, kedua tangannya mengepal di atas paha.“Charisa...” Jean memanggil pelan, lalu menunduk sedikit, menyentuh pundaknya. “Aku mohon, percayalah padaku. Aku akan menangkap pelakunya!”Charisa tak langsung menoleh. Bibirnya terbuka sedikit, gemetar, seolah sedang menahan sesuatu yang sulit diungkapkan.“Kalau penyebab Darren diculik adalah karena hubungan kita...” suaranya lirih, nyaris seperti bisikan yang dipaksa keluar. “Aku rasa jalan terbaik adalah—”“Tidak.” Jean memotong cepat, suara rendahnya mengandung ketega












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.