Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

Tempest dan Azzura pun mulai menyiapkan sesuatu yang bisa membantunya nanti di medan perang. "Tempest, bagaimana keadaan tubuhmu? Apakah kamu yakin ingin ikut pertempuran ini?" Tanya Azzura. "Apa kamu mulai khawatir kepadaku?" Jawab Tempest menggoda. "Haaa? Untuk apa aku khawatir kepadamu." Kata Azzura dengan muka yang memerah. "Huuf. Iya iya. Aku rasa aku bisa untuk sekarang ini mengeluarkan sihir sampai bintang 8. Kalau untuk ke atasnya, aku tak sanggup." Jawab Tempest.
101.4K viewsCompletedAdded to Library 28 Times as tempestuous
Read
+Library
Turbulensi Cinta

Turbulensi Cinta

Mereka berdiri di hamparan pasir sembari menatap gulungan ombak yang berjalan menuju ke bibir pantai. Olive tertegun saat melihat indahnya pantai Lovely. “Apakah saat ini aku tidak bermimpi? Sungguh panorama laut yang indah. Aku menyukainya Tuan Anderson. Ini merupakan tempat yang indah untuk dapat dijadikan sebagai tempat resepsi pernikahan kita.” “Kamu tidak bermimpi Olive. Ini adalah kenyataan. Syukurlah jika kamu menyukainya. Aku tidak salah merekomendasikan pantai Lovely kepadamu sebagai tempat resepsi pernikahan kita.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as tempestuous
Read
+Library
Complicated

Complicated

Dalam sekejap, menyorot amat dingin. Sepertinya, insting, sisi liar, dan posesif terhadap hal miliknya bila diusik orang asing. Benar-benar meluap begitu saja. Cukup lama tidak seperti ini, membuat Raska sulit mengendalikan emosi. Kesannya, kembali ke awal di mana dirinya masih labil dan berontak. Lalu benar-benar berhenti, kala mengalami kerusakan fatal pada diri sendiri.
106.7K viewsCompletedAdded to Library 226 Times as tempestuous
Read
+Library
Selamat Malam, Tuan Ares

Selamat Malam, Tuan Ares

Tempest memasuki kamar Finn dan menutup pintu di belakangnya. Finn terkejut ketika dia melihat wajah Tempest yang muram dan tegas. Tempest selalu menjadi pria yang hangat dan lembut, tapi seluruh tubuhnya tertutup es hari ini. Dia tampak sangat tegas dan dingin dan itu membuat Finn bingung harus berbuat apa. "Hei, kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Finn, berdebar. Tempest menunjukkan wajah kecewa dan berjalan ke kursi di sebelah Finn untuk duduk.
9.43.0M viewsCompletedAdded to Library 96.0K Times as tempestuous
Show Reviews (884)
Read
+Library
Syadia Lydia Kurui
Ada kalahnya cerita ini mendatar..tapi Ada kalaNya sangat membuat pembaca berimosi..mengikut rentak cerita.. saya suka membacanya..walaupun cerita terkadang rumit untuk saya fahami bahasanya.. cerita Yang sangat panjang..tapi best......️...️...️ apakah cerita ini Akan Di nasihatkan?
Lia Wu
pengen baca tapi bab nya buanyak banget, udah mager duluan takut muter muter banyak drama,,, tang udah baca spill donk, didalamnya ada 2 cerita atau cuma 1, biasanya kan nyambung sama kisah percintaan anaknya
Read All Reviews
Complicated

Complicated

Wajah elok berhasil membangkitkan hasrat yang semalam sempat bergejolak, dia pun mendekat, hendak mengecup bibir raum tersebut namun belum juga terkabul objeknya keburu membuka mata. "Keluar." Katanya tajam. Langsung mengerang sambil menjambak rambut dengan frustasi. "Kamu kenapa sih sayang? Kok tiba-tiba ngomong begitu?" Tanya si perempuan bingung, ia hendak merangkul namun dengan cepat ditepis. Orang yang dia panggil sayang medorongnya kasar. "Apa sih lo sayang-sayang, gak jelas banget. Cepetan pergi, gua mau cabut sekarang." Katanya lagi, kali ini dengan nada memerintah yang keras.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as tempestuous
Read
+Library
Complicated

Complicated

timpal Iren, kekasih Revan. "Gue bingung sama cewek tadi," jelas Yoga. "Yang mana??" tanya Iren karena memang ia berbeda kelas. "Jadi tadi ada anak baru, namanya Agatha tapi dia histeris gitu. Terus dibawa pulang deh sama cowok." "Kok histeris??" tanya Iren lagi. "Tahu, abis diajak ngomong sama Yoga langsung gitu." Revan mengangkat bahunya dan melanjutkan makan mie ayamnya yang sempat ia tunda.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as tempestuous
Read
+Library
Difficult

Difficult

“Augh...sakit....Ahh....” Suara erangan Putik terdengar jelas, Leo menggerakkan miliknya dengan kasar. Pertemuannya dengan Wijaya dan pemandangan Putik memasuki mobil yang tidak dikenal membuat Leo menjadi tidak menentu. Gerakannya didalam Putik semakin kasar, tangannya tidak lepas dengan meremas bukit kembar secara kasar. “Leo...ahhh...dalam dan lebih keras.”
6.6K viewsCompletedAdded to Library 245 Times as tempestuous
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status