Quasar
Ah, lama-lama Reza jadi kasihan.
"Ma-makasih," ucap gadis itu dengan suara yang kecil.
Reza menghela napas lalu berjongkok di hadapan gadis itu. "Salah satu dari mereka nyebut kamu cacat. Kok, nggak kelihatan cacatnya di mana."
Iris coklat gadis itu mulai berlinang lagi. Reza kelabakan, "Lho, ngapain nangis? Aku cuma tanya. Kalau kamu beneran berkebutuhan khusus, aku anterin pulang."
Hot Chapters