Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

Axel menarik napas, lalu berkata pelan: "Saatnya... Trinitas Orion." ... Tiga energi saling menyatu. Lilian sebagai Cahaya Kesadaran, Evelyn sebagai Cahaya Ruang-Gelap, Axel sebagai Inti Cahaya Semua Elemen dan Harapan. Formasi berbentuk segitiga muncul di langit, membungkus medan perang dalam domain ilahi. Zer’Vareth mengerang. "Trinitas Orion...? Itu hanya legenda...!"
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
Hestia

Hestia

“Gue udah pesen salah satu unit di rumah vertikal Athena. Daerah Menteng.” Batang hidung Tashi mengerut dengan bibirnya yang mencucu—berusaha masuk ke dalam mulut. Lacy mengangkat satu alisnya seolah bertanya ‘Kenapa lo ngelihatin gue begitu?’ Ekspresi terganggu Tashi sirna digantikan senyum manis dibuat-buat sebelum perempuan itu berucap, “Karma ternyata beneran nyata, dulu Arte yang ngejar-ngejar lo, sekarang lo yang ngejar-ngejar.”
10841 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

"Hai, aku Sony. Member baru? Belum pernah lihat wajah secantik ini di sini." Batari tidak menoleh. Ia menatap lurus ke depan, namun di dalam kepalanya, suara Freya yang bergetar hebat dari parkiran melalui earpiece terasa seperti belati yang digoreskan ke kaca. Sony. Satu dari tiga iblis yang merobek paksa masa depan Freya di Bali. "Bisa dibilang begitu," sahut Batari datar, suaranya sedingin uap es.
10431 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

Lala mengangguk dengan semangat, dan kami pun mulai berjalan bersama menyusuri koridor yang ramai dengan wajah-wajah akrab. Lala dan aku melangkah menyusuri koridor sekolah yang dipenuhi siswa yang bergerak cepat menuju kelas mereka. Cahaya pagi menyinari lorong yang ramai, memberi semangat di awal hari. Tiba-tiba, suara Gery yang akrab memecah kebisingan. "Hai Aya," sapanya dengan nada ceria, muncul tiba-tiba di samping kami.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Tapi dia tidak bisa melihat dengan leluasa. Cowok itu tak habis akal, dia memperhatikan pohon mangga yang tumbuh lebat dan rimbun di dekat jendela. Sebagian dahan dan cabangnya, bahkan menjulur dan berada di atap rumah. Merasa beruntung, Bara memanjat pohon itu dengan hati-hati. Mencari dahan yang pas untuknya mengintai ke dalam rumah. Dari salah satu dahan, lewat fentilasi udara di atas jendela, Bara bisa melihat Bryan dan dua orang temannya sedang duduk di kursi ruang tamu rumah itu dengan jelas. Di hadapan mereka ada sebuah laptop.
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

“Icha, sini hp Mama. Mama mau ngomong sama Mbak-mu.” Icha memberikan ponsel itu pada Mama Mas Wira. Icha kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan makannya. Aku sendiri sudah menghabiskan makananku. “Ma, Leya nggak bisa pulang liburan akhir tahun ini. Salam untuk calon adik iparnya Leya ya. Bilangin ke Wira jangan terlalu dingin ke Fita.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
Ethereal

Ethereal

FEBRUARI, 05 "Aku bisa merasakan bahwa aku dalam bahaya, Aku tidak bisa melarikan diri Satu langkah ceroboh dan aku tak sadarkan diri Aku tidak bisa tenang, sangat darurat. Terlalu berbahaya" Dimana Damon mulai terobsesi dengan Wendy. Sore hari ini terasa hangat, suara suara melengking dari anak anak yang sedang berjalan bergerombolan di trotoar membuat Damon mengerutkan keningnya tak suka.
102.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
BAD TRIP

BAD TRIP

Bahkan, konselor muda itu belum sampai duduk di kursinya lagi, pandangannya langsung beralih menatap Joceylin. “Duduklah,” perintah Celyn ketika bisa membaca air muka penuh tanda tanya yang ditampakkan Petra. “Aku punya opsi tempat lain,” kode Petra. Wanita yang masih duduk itu menatapnya dengan senyum mengerti, tanpa bertanya dia tahu maksud ucapan Petra. “Dan sepertinya, aku butuh kafein lebih untuk hari ini.” Celyn berdiri sejajar dengan Petra, lantas keduanya pergi dari sana.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
Karma

Karma

Jawab Vano sedikit agak kesal dengan Trik Nadia yang bisa dibilang murahan. “ Kalau tidak mengunakan Trik, aku yakin Sharla mengunakan Anaknya untuk menahan kamu tidak pergi, jadi mau tidak mau aku harus mengancam kamu Sayang, kalau tidak aku yakin kamu tidak akan pergi dari Rumah” Beber Nadia. Vano mengernyit, semua yang di katakan Nadia ada benarnya. Sharla mengunakan Al untuk menahannya dirumah. Yang itu tidak biasa dilakukan oleh Sharla.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
Andromeda

Andromeda

Sementara tangan kanannya menahan tubuhku agar terus duduk di kursi. Komputer menyala dan Bima langsung membuka satu aplikasi game yang cukup terkenal. Selesai login dia duduk di sebelahku. "Ajak dong temen lo yang jago main," katanya menyalakan komputer yang satu lagi. Di basecamp ada sembilan unik komputer yang mendukung untuk memainkan game berat. "Yang mana?" "Ocean, yang jadi top global itu," katanya penuh harap padaku.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai traya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status