Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling
Demi menyelamatkan kakaknya yang sakit-sakitan, Valeria Aryaka masuk kamp pelatihan pembunuh Keluarga Linggar secara sukarela, saat dia baru berusia tujuh tahun.
Pada usia sembilan tahun, Valeria sudah mahir menggunakan berbagai jenis senjata.
Pada usia enam belas tahun, dari seratus gadis di kamp pelatihan tersebut, hanya dia satu-satunya yang berhasil keluar hidup-hidup. Valeria pun berhak berdiri di hadapan Calvin Linggar dan menjadi pengawal pribadinya.
Sejak hari itu, Valeria menjadi senjata terbaik milik Calvin.
Kekuasaan Keluarga Linggar begitu rumit, saling terkait dan penuh konflik kepentingan. Demi membantu Calvin merebut kekuasaan dengan sukses, tangan Valeria pun berlumuran darah.
Di siang hari, mereka adalah rekan yang saling mempertaruhkan nyawa. Namun, di malam hari, mereka adalah sepasang kekasih yang terikat dalam gairah yang dalam.
Valeria benar-benar mengira bahwa mereka akan bersama untuk selamanya.
Sampai suatu ketika, Valeria tertembak dan pingsan demi melindungi Calvin.
Saat Valeria tersadar dari komanya, yang pertama kali dia dengar adalah suara dingin Calvin.
"Gimana, Tania? Aku menang. Sudah kubilang, meski mengulur waktu sedikit lebih lama, aku nggak bakal mati, karena Valeria pasti akan pertaruhkan nyawanya demi menyelamatkanku."