Kuli Gagah Spesialis
Maya menunduk pelan untuk mengeringkan rambutnya dengan handuk, sehingga dua bukit kembarnya yang putih mulus sedikit menyembul jika dilihat dari tempat Wildan.
Wildan hanya bisa menganga, karena sudah pasti ukuran Maya jelas di atas rata-rata wanita pada umumnya. Terlebih, saat Wildan melihat di antara belahan itu. Arh, rasanya seperti mimpi saja, melihat bidadari selesai mandi siang.
‘Cobaan macam apa lagi ini di siang bolong? Mulus banget. Ah sial, aku nggak boleh kayak gini. Aku harus profesional!’ rutuk Wildan dalam hati.