Mr. Airlangga
Tetapi si Mas Boy mengikuti kami bak seseorang yang terkena hipnotis, nurut, manut.
Dia membawa beberapa buku tebal yang sepertinya sudah dia teliti dengan baik. Terbukti dengan beberapa post it kecil warna-warni yang tertempel di beberapa halaman buku.
“Jadi apa yang mau kita bahas hari ini Mas, Pararaton lagi atau mau ngebahas serat-serat jawa yang lain?” Mas Boy membenarkan letak kacamatanya. Aku berada pada taraf di mana ingin sekali rasanya untuk memberi tali ikatan di tengah-tengah kacamata itu, lalu aku jepit talinya dengan rambut. Mungkin dengan begitu kacamata satu kilo itu tidak akan melorot lagi.
الفصول الرائجة