Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dari Menantu Tertindas, Bangkit Jadi Designer Papan Atas

Dari Menantu Tertindas, Bangkit Jadi Designer Papan Atas

Ia meletakkan botol susu kedelai itu di meja terdekat, meninggalkannya di sana bersama secercah harapan. Jika takdir berpihak padanya, mungkin... mungkin Dina akan menemukan kebahagiaan yang selama ini ia cari. Ponselnya bergetar tak lama kemudian. Anggara buru-buru membukanya dan mendapatkan balasan dari seberang. Senyum puas tercetak jelas di sudut bibirnya. [Tentu... serahkan padaku.]
1.2K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as tunggu aku di batavia
Read
+Library
Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

Kamu Akhirku, Berbalut Komedi Romantis-Tragis

"Dia cuma mau beli es jeruk doang guys." "Ssstt.. diem." Dua puluh menit... "Keburu jam istirahat gue abis, njir." "Mungkin bentar lagi." Dua puluh lima menit... "Dahlah, gue balik aja!" "Yang nunggu dia kenapa lo yang gak sabaran sih?" Vina mencekal tangan Edo, "Tuh lihat, mangsanya udah dateng." Sila mendongakkan kepalanya, begitupun Ilham yang sebenarnya juga kepo dengan topik ini.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as tunggu aku di batavia
Read
+Library
Menjebak Cucu Presdir

Menjebak Cucu Presdir

Tenang, teratur, tapi terasa hampa. Sore itu, seseorang menepuk pundaknya. “Bat! Temenin gue bentar!” Javin—teman satu jurusan dari Indonesia. “Kemana?” “Oxford Street. Daripada bengong di apartemen terus,” katanya sambil menyeringai. Batara diam sejenak, tawaran Javin cukup menarik, ia lalu mengangguk pelan. Ia tidak terlalu suka keluar, tapi sore itu ia juga tidak ingin kembali ke apartemen terlalu cepat.
526 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as tunggu aku di batavia
Read
+Library
Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota

Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota

Suasana kafetaria yang tadinya terasa asing, kini mendadak menjadi saksi bisu dari pertemuan yang telah ia impikan selama ribuan malam. "Kamu ke mana saja selama ini, Bita? Aku sudah seperti orang gila mencari jejakmu dari Bali hingga ke pelosok Jakarta, tapi kamu seolah lenyap ditelan bumi," tanya Gelar dengan nada suara yang rendah, namun sarat akan kegetiran yang mendalam.
9.72.2K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as tunggu aku di batavia
Show Reviews (6)
Read
+Library
Hayatun
Bagus kisahnya. Bita yang dari desa harus beradaptasi dengan kota jakarta yang penuh godaan dan keras. Jadi penasaran nanti bagaimana nasib bita di jakarta, dan akan menjadi apa. jangan putus cerita ya tor.
Nirmala AB
Bagus nih ceritanya. kok viewnya dikit banget ya? aplikasi harusnya bisa melirik tulisan berkualitas seperti ini agar bisa dikenal lebih banyak pembaca. bantu promoin lah. kan kalau laku, aplikasi juga dapet hasil.
Read All Reviews
Benih Rahasia Kapten Yudha

Benih Rahasia Kapten Yudha

Tari menggeleng seraya berkata, “Nggak, soalnya aku disogok jagung bakar.” Yudha terkekeh karena istrinya ternyata juga pandai berkelakar. “Kamu yang sabar, ya. Suatu saat nanti, aku akan bawa kamu jalan-jalan ke Bali.” “Nggak perlu, Mas. Kalau Mas kelebihan uang, kasih buat anak panti aja,” ujar Tari menahan malu.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as tunggu aku di batavia
Read
+Library
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Tiga bulan kemudian. “Juragan! Juragan!” Paijo berteriak padahal jaraknya saat berlari masih jauh dengan sang juragan. “Apa, Jo? Kenapa kamu lari sambil teriak-teriak? Aku belum tuli!” Anu, Juragan. Anu ...!” “Anu ... anu ... anu apa, Jo? Kalau ngomong yang jelas!” “Ada Meneer Batavia, Juragan!”
9.750.8K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as tunggu aku di batavia
Read
+Library
Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Ya, aku dan Haikal memutuskan menginap di rumah Mama Mawarni terlebih dulu. Bicara tentang Haikal, saat ini dia sedang mencarikan aku sate lilit. Aku tidak tahu, dia mencarinya ke mana. Karena ini sudah hampir satu jam, dan dia belum kembali. Aku jadi khawatir, apakah aku menyulitkan Haikal? Apa aku menyusahkannya dengan semua keinginanku karena ngidam ini?
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as tunggu aku di batavia
Read
+Library
Aku Tak Rela Dimadu

Aku Tak Rela Dimadu

Aroma ikan bakar, pesona Zee, pesona laut, debur ombak silih berganti menjalin manik keindahan Theo dan Zee teruntai sempurna. Theo telah memesan dua tiket penerbangan dari Bali menuju Jakarta. Theo memesan penerbangan pertama. Jakarta menyambut mereka dengan calo Bandara, kemacetan dan antrian yang mengular tetapi mereka berdua hanya menikmati semua itu. Semua tampak menyenangkan bagi Zee dan Theo. Ternyata cinta pun dapat mengubah deskrisi keadaan menjadi indah. Theo tergelak untuk itu.
9.9121.8K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as tunggu aku di batavia
Show Reviews (18)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Siez
maaf... ada salah upload untuk bab 196 dan 197 sudah di perbaiki jadi bab 198 dan 199. masih dalam peninjauan oleh editor. maafkan aku ya......... semoga tinjauan bab nya segera selesai. terima kasih
Read All Reviews
Wanita Kelas Atas Milik sang CEO

Wanita Kelas Atas Milik sang CEO

“Iya, tapi Anda bisa datang lagi besok, ya. Jika ingin minum, ada bar di depan.” Pria itu merajuk. “Tidak mau. Aku mau Miss A!” “Jadwal Miss A penuh, Tuan.” Venus mendatangi pria itu sambil menunjukkan tabletnya. “Anda bisa ‘memesan’ wanita lain, tapi lebih baik Anda berganti pakaian dulu?” Pria itu menarik napas kesal dan pergi begitu saja. “Sial, aku muntah begitu banyak.”
1.6K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as tunggu aku di batavia
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Mengupas 'Tunggu Aku di Jakarta' selalu bikin jantung berdegup kencang—rasanya seperti membongkar surat cinta yang terselip di antara halaman buku lama. Liriknya menyimpan pergolakan antara kerinduan dan keterpisahan, dengan Jakarta sebagai panggung utamanya. Kota itu bukan sekadar latar, tapi simbol harapan sekaligus ketakutan: tempat di mana seseorang berjanji menunggu, sementara sang pencinta mungkin terjebak dalam jarak atau bahkan kehilangan arah.

Ada garis tipis antara optimisme dan keputusasaan di sini. 'Tunggu aku' bisa berarti permohonan untuk tetap setia, atau justru pengakuan bahwa pertemuan itu tak pernah pasti. Aku sering membayangkan ini sebagai dialog antara dua orang yang terdampar di fase berbeda hidup—satu sudah melangkah ke metropolis penuh chaos, satu lagi masih terikat oleh sesuatu di tempat lain. Uniknya, lagu ini tidak memberi jawaban; ia hanya menawarkan tempat menunggu yang fana, seperti bangku taman di Sudirman yang ramai tapi sunyi.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status