Perawan Rasa Janda
Ketika aku membuka mata, Gamal kemudian mengajakku berdiri di pinggiran gedung dan telunjuknya mulai mengarah pada sebuah videotron yang menancap di sisi lain gedung yang memajang foto pernikahan kami dengan sebuah tulisan romantis yang terlalu bucin, Love Mala and Gamal, love you sweet and tender, forever.
Sesaat aku terpana, tapi ketika melihat ekspresi wajah suamiku, aku menjadi tak kuasa menahan tawaku lagi.
Gamal kemudian menjadi berdecak kecewa. Responku terlalu tak biasa, aku memang bukan gadis manis yang selalu mudah terbuai dengan segala romansa yang melenakan.
Semua ini terasa aneh untukku, malah terasa menggelikan yang membuatku tertawa.