Anti romantic dalam hubungan asmara itu seperti secangkir kopi pahit tanpa gula—tidak semua orang bisa menelannya, tapi bagi yang menyukainya, rasanya justru lebih jujur dan apa adanya. Konsep ini menolak glorifikasi cinta ala fairytale atau drama romantis yang sering kita lihat di 'Twilight' atau 'The Notebook'. Alih-alih grand gesture seperti bunga atau surprise romantis, hubungan anti romantic lebih berfokus pada kesederhanaan, kejujuran, dan bahkan ketidaknyamanan yang realistis. Misalnya, pasangan mungkin lebih sering debat tentang siapa yang cuci piring daripada saling menggandeng di bawah hujan.
Bagi penggemar cerita seperti 'Kaguya-sama: Love is War' atau novel-novel Sally Rooney, anti romantic bisa terasa familiar. Dinamikanya seringkali tentang dua orang yang mencintai tapi enggan 'tunduk' pada klise romantis, seperti karakter Shirogane yang lebih sering panik menghadapi Kaguya ketimbang melamun tentangnya. Ini bukan berarti mereka tidak peduli, justru sebaliknya—mereka menganggap cinta sebagai sesuatu yang harus diperjuangkan dengan cara mereka sendiri, tanpa embel-embel puisi atau janji kosong.
Yang menarik, anti romantic juga bisa menjadi bentuk pemberontakan terhadap tekanan sosial. Bayangkan bagaimana masyarakat sering memaksa pasangan untuk foto mesra di media sosial atau merayakan anniversary dengan mahal. Bagi sebagian orang, ini justru terasa palsu. Mereka mungkin memilih menonton serial 'BoJack Horseman' sambil makan mi instan berdua sebagai bentuk keintiman yang lebih autentik. Hubungan semacam ini mengutamakan kenyamanan dan kompatibilitas nyata, bukan performa untuk dilihat orang lain.
Tapi jangan salah, anti romantic bukan berarti hubungan tanpa cinta—justru sebaliknya. Ini tentang menemukan bahasa cinta yang berbeda, mungkin melalui sindiran sarcastic ala 'Deadpool', atau kebiasaan kecil seperti ingat untuk beliin saus sambal favorit pasangan tanpa diminta. Ada keindahan dalam ketidaksempurnaan yang disengaja ini, seperti ending 'Eternal Sunshine of the Spotless Mind' yang menunjukkan bahwa cinta sejati bukan tentang menghapus masalah, tapi memilih untuk tetap bersama meski masalah itu ada.