author-banner
Atalla Ganesha
Atalla Ganesha
Author

Novels by Atalla Ganesha

MEREBUT CALON ADIK IPAR

MEREBUT CALON ADIK IPAR

Lucian Van De Lucarl pria dingin berdarah mafia, terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Kekuasaan, uang, bahkan nyawa orang lain. Tapi untuk pertama kalinya dalam hidup, dia jatuh cinta… pada sesuatu yang tak boleh dimilikinya, calon istri adiknya sendiri. Perempuan itu lembut, tulus, dan sama sekali bukan bagian dari dunia kelam Lucian. Namun, setiap senyum dan tatapannya membuat batas moral Lucian semakin kabur. "Menikahlah denganku Alexa! " Ujar Lucian untuk ke sekian kalinya. "Ch kau ini waras atau tidak? Aku ini tunangan adikmu! " Bentak wanita itu murka, tapi Lucian masih memasang wajah paling santai yang dia punya. "Aku waras, hanya saja sedikit tergila-gila padamu!" Jawabnya to the point sambil memainkan jam tangan Rolexnya. "Lamaranmu ditolak! " "Brakkk! " Dan pintu dibanting dengan keras. Lantas bagaimana selanjutnya? Apakah Lucian akan berhenti atau lanjut mengejar dengan cara yang lebih brutal?
Read
Chapter: BAB 31
*** "Ok, aku paham sekarang, bukankah sejak awal kita menikah atas kepentingan masing masing? Jadi tidak perlu keterbukaan d sini! Ujar Lucian datar. " Akhirnya kau mengerti! Balas Alexa dengan tatapan tajam, tidak mumgkim dia membuka semua, sedangkan targetnya adalah keluarga suaminya sendiri. "Baik! " Balas Lucian datar. "Cepat urus admistrasinya, aku ingin keluar dari sini! Keluh Alexa " Nanti malam! Kita pulang! Balas Lucian sambil mengemasi beberapa barang dan dokumennya. Lima belas menit kemudian perawat datang membawakan makan untuk pasien, Alexa memang lapar, dia berusaha menyuap sendiri, tapi nyerinya merembak. Lucian langsung menarik piring itu. "Kalau tidak bisa minta tolong! Jangan berharap seperti drama korea yang prianya langsung peka! Piring itu berpindah dari t
Last Updated: 2025-12-10
Chapter: BAB 30
***Helikopter itu akhirnya terangkat dari tanah, melesat menembus langit dengan kecepatan tinggi. Di kursi kemudi, Lucian mencengkeram joystick dengan tangan gemetar. Napasnya terdengar tidak stabil, bukan karena kelelahan, tetapi karena rasa panik yang tidak mampu ia sembunyikan.Setiap beberapa detik, tatapan Lucian terarah pada lengan Alexa yang terbalut perban darurat. Darah masih merembes tipis di antara lilitan kain, menandakan lukanya cukup dalam.“Sakit?” tanya Lucian, suaranya serak dan terdengar berbeda dari biasanya. Tidak ada kesombongan, tidak ada dingin; hanya kekawatiran. Alexa, yang sedang menahan denyut nyeri pada lengannya, menoleh perlahan. Nada Lucian yang tidak biasanya membuatnya turut menurunkan nada bicara.“Sedikit,” balas Alexa pelan. Meski ia berusaha kuat, raut wajahnya tidak mampu sepenuhnya menutupi rasa perih.Lucian menelan ludah. Ia mempercepat laju helikopter, membuat mesin meraung lebih keras.
Last Updated: 2025-12-09
Chapter: BAB 29
***Udara di dalam celah batu itu lembap dan pengap, namun ketegangan yang menggantung membuat keduanya tidak memedulikan apa pun selain suara baling-baling helikopter yang meraung di atas kepala.Lucian bersandar pada dinding batu, wajahnya pucat dan rahangnya mengeras seakan menahan sesuatu yang selama ini tidak pernah mau ia akui.Alexa meliriknya, heran jarang sekali ia melihat Lucian setertekan itu.“Lucian?” panggilnya perlahan. “Wajahmu… tidak biasanya begitu. Kau aman?”Pria itu menelan ludah, suaranya rendah dan datar, namun getir terasa jelas di sana.“Tidak.”Alexa merayap ke mulut goa, mengintip dari sela batu. Helikopter itu kembali berputar rendah, suaranya menggema hingga membuat dada Alexa bergetar.“Mereka tepat di atas kita,” desisnya. “Kalau mereka turun sedikit saja, kita selesai.”“Terima kasih,” ucap Lucian pelan.Alexa menoleh cepat. “Terima kasih?” ulangnya tak percaya.
Last Updated: 2025-12-09
Chapter: BAB 28
****Asap rokok mengepul pelan di udara, menggantung rendah di atas meja kecil yang ditempati Roger. Tatapan pria itu tajam, seolah mampu menembus jendela kaca yang menghadap ke jalanan sepi.“Sial… bagaimana mungkin mereka hilang jejak begitu saja,” gumamnya penuh rasa geram. Jarinya mengetuk-ngetuk meja, menunjukkan betapa tidak sabarnya ia menunggu kabar.Rencana awal Roger sederhana: menghancurkan kehidupan baru Lucian dengan mengguncang hubungan pria itu dan mantannya. Namun kenyataannya jauh dari harapan. Lucian dan Alexa justru lenyap tanpa jejak, membuat Roger seperti mengejar bayangan.Tiba-tiba... “Brukkk!”Sebuah map tebal dijatuhkan tepat di hadapannya. Roger mendongak dengan rahang mengeras, matanya menyipit menatap sosok yang berani-beraninya bersikap lancang.Pria itu berdiri tegak dengan senyum tipis di sudut bibirnya. Tenang. Tidak terburu-buru. Berkesan seperti seseorang yang sudah tahu apa yang ia lak
Last Updated: 2025-12-08
Chapter: BAB 27
****Alexa dan Lucian berlari menembus semak belukar, dedaunan menyambar wajah mereka tiap kali ranting terpecah oleh langkah tergesa. Di tengah hiruk-pikuk pelarian itu, Alexa tidak bisa mengusir pikiran yang mengusik benaknya sejak tadi.“Kau kenal mereka?” tanya Alexa dengan suara terengah, namun tetap dipaksa tegas.Lucian tidak menoleh, hanya menepis daun yang menggantung rendah. “Bukan sekadar kenal. Fokus pada jalan keluar.”Belum sempat Alexa membalas, suara deru baling-baling semakin keras dua helikopter melintas rendah di atas kepala mereka, seakan menyisir seluruh permukaan hutan. Angin dari putaran baling-baling membuat rambut Alexa terangkat acak-acakkan.“Arrrghh!”Teriaknya pecah saat kakinya tersandung akar menjulur. Tubuhnya terhuyung dan jatuh menghantam tanah, lututnya tergores cukup dalam hingga pedih menjalar cepat.Lucian berhenti mendadak, menatapnya dari balik bahu. “Ch, payah.”Alexa men
Last Updated: 2025-12-08
Chapter: BAB 26
***Australia, Pukul 10.15 PagiPatricia duduk santai di ruang televisi sambil membersihkan kukunya menggunakan alat kecil berwarna perak. Wajahnya tampak tenang, seolah tidak terjadi apa pun, meski kabar mengenai Lucian dan Alexa jatuh sudah sampai ke telinganya.Bel berbunyi.Ding–dong!Patricia refleks mengerutkan dahi.“Siapa pagi-pagi begini?” gumamnya sambil bangkit.Begitu pintu terbukaDegg.“Lucarl!” serunya terperanjat melihat pria yang telah lama tidak tinggal bersamanya.Lucarl berdiri tegap, wajahnya menampakkan senyum sinis.“Kenapa? Kau terlihat sangat tegang, Patricia. Seharusnya hari ini kau bisa bersenang-senang. Anak itu jatuh dari ketinggian, bukan begitu?”Patricia langsung memalingkan muka.“Jangan bicara sembarangan! Lucian putraku. Tidak mungkin aku menginginkannya mati!” serunya cepat dan penuh tekanan.Lucarl menaikkan alisnya, nada
Last Updated: 2025-12-07
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status