author-banner
Chouw
Chouw
Author

Novels by Chouw

Whispers of the Lost Princess

Whispers of the Lost Princess

Di sebuah dunia di mana cahaya dan kegelapan berperang tanpa henti, lahirlah seorang gadis dengan takdir yang tidak pernah ia pilih. Terasing, terikat pada rahasia yang bahkan ia sendiri tak pahami, Ayundria harus melangkah ke dalam pusaran perang, sihir, dan pengkhianatan. Bisikan dari masa lalu memanggilnya. Mahkota yang hilang menantinya. Namun setiap langkah mendekatkannya pada kenyataan pahit: untuk menyelamatkan dunia, ia mungkin harus menghancurkannya. Dunia hanya punya dua pilihan: hidup bersamanya atau binasa karenanya.
Read
Chapter: Epilog — Bisikan Putri yang Hilang
Aethoria kembali bernapas. Untuk pertama kalinya setelah berabad-abad, langit tidak retak, tidak merah, tidak bergemuruh oleh raungan purba. Aurora yang dulu penuh amarah kini menari lembut, biru dan hijau, seolah menyapu luka yang ditinggalkan. Di istana yang runtuh setengahnya, para tetua dewan berdiri dalam kebisuan. Mereka menyaksikan retakan besar yang dulu membelah cakrawala kini tertutup oleh cahaya biru yang lembut. Tidak ada satu pun yang bersuara, karena mereka tahu, harga dari semua ini adalah sesuatu yang tak bisa mereka gantikan. Di desa-desa, orang-orang yang selamat menatap langit dengan air mata. Anak-anak yang dulu gemetar ketakutan kini berani berlari lagi, memegang tangan orang tua mereka. Dunia masih hancur, tapi dunia juga selamat. Di Arkai Bawah, tepat di tengah reruntuhan obelisk, sebuah cahaya kecil berdenyut perlahan, seperti detak jantung yang tidak pernah mati. Tidak ada tubuh, tidak ada sosok, hanya cahaya. Namun setiap kali angin berhembus melewati rer
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 73 — Penjaga Abadi
Sunyi. Tidak ada lagi raungan kosmik, tidak ada lagi dentuman retakan, dan yang paling menyedihkan, tidak ada lagi Bill di sisinya. Ayundria berdiri di tengah puing-puing Arkai Bawah, tubuhnya berlumuran darah dan debu, napasnya tersengal. Di sekelilingnya hanya ada reruntuhan obelisk, cahaya yang padam, dan sisa energi Bill yang masih bergetar samar di udara, seperti kilatan petir yang belum mau hilang. Di ujung sana, Seraphine sudah lama hilang. Kini, Bill pun ikut bersamanya. Ayundria memegang dada kirinya, seolah hendak memastikan jantungnya masih berdetak. Ia ingin menangis, tapi air mata sudah kering. Yang tersisa hanya perih yang menusuk hingga ke tulang. “Kenapa selalu mereka? Kenapa bukan aku?” bisiknya serak, hampir tak terdengar. Tapi suaranya langsung terpantul dari kegelapan, seolah dunia sendiri menjawab dengan kejam. “Karena kau kunci, Ayundria.” Ia menggenggam tanah yang hancur, jemarinya berdarah. Dalam diamnya, ia tahu satu hal bahwa semua pengorbanan itu akan
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Bab 72 — Pengorbanan Terakhir
Hening. Kosmos seakan menguap, hanya meninggalkan ruang kosong yang dipenuhi debu cahaya dan pecahan obelisk yang melayang-layang. Arkai yang dulu megah kini hanya bayangan patah, gunung-gunung runtuh jadi abu, sungai-sungai hilang, dan tanah bergema dengan jeritan jiwa yang tertinggal. Ayundria berdiri terhuyung, wajahnya pucat, rambutnya kusut, dan tangannya gemetar. Sisa es yang masih menempel di ujung jarinya retak perlahan, seakan tubuhnya menyerah untuk terus bertahan. Bill berdiri di sampingnya. Dadanya naik-turun kasar, pakaian compang-camping, darah mengalir deras dari bahunya. Namun matanya tetap menyala, keras kepala seperti baja. “Retakan itu masih ada.” suaranya parau, tapi penuh tekad. Mereka menoleh, dan di hadapan mereka, retakan kosmik masih terbuka. Lebih kecil, tapi berdenyut berbahaya. Seperti luka yang enggan sembuh. Dari celah itu, cahaya dan kegelapan bercampur, berputar, seolah ada sesuatu yang menunggu untuk keluar. Bayangan Archon sempat muncul sekilas,
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: Bab 71 — Dua Jiwa yang Tersisa
Keheningan merayapi gua setelah cahaya emas Seraphine padam. Retakan masih berdentum samar, tapi suaranya seperti jauh, seakan ikut merunduk oleh pengorbanan yang baru terjadi. Ayundria terduduk, bahunya bergetar. Air mata terus jatuh, menodai lantai batu yang dingin. Jemarinya masih terulur, seolah berusaha meraih cahaya yang sudah tidak ada. “Dia… dia seharusnya tidak…” Bill berdiri terpaku. Matanya kosong, wajahnya kaku, hanya sedikit gemetar di rahang. Api yang biasanya selalu menyala di dirinya kini padam. Ia menggenggam pedang patahnya, menekan erat hingga darah menetes dari genggamannya. “Kenapa selalu begitu?” bisiknya, hampir tak terdengar. “Satu per satu, mereka jatuh. Dan aku—aku hanya bisa menyaksikan tanpa bisa melakukan apa-apa.” Lalu di udara, sesuatu bergetar, seperti nada harpa yang dimainkan sekali lalu menghilang. Cahaya samar muncul, gema dari jiwa Seraphine yang belum sepenuhnya hilang. Ayundria menegakkan tubuhnya, matanya melebar. “Seraphine?” Senyum samar
Last Updated: 2026-03-24
Chapter: Bab 70 — Rantai Jiwa
Langit Arkai yang retak pecah serentak, seperti kaca raksasa yang dilemparkan palu dewa. Suara gemuruhnya tidak hanya terdengar, tapi juga terasa di dalam tulang. Cahaya merah menyembur keluar, membanjiri dunia bawah dengan semburat seperti darah yang tumpah. Dari celah itu, muncul sesuatu perlahan, berat, seakan setiap langkahnya menghancurkan fondasi dunia. Penjaga Segel Terakhir. Tubuhnya lebih tinggi dari menara Aethoria, kulitnya terbuat dari lempengan obsidian yang terus berganti bentuk, seperti gunung yang hidup. Di dadanya, sebuah lubang menganga, yang di dalamnya terlihat pusaran bintang mati, inti kosong yang berdenyut dengan cahaya ungu. Di punggungnya, enam tangan bayangan keluar-masuk, seakan realitas tidak mampu memutuskan berapa jumlahnya. Dan wajahnya tidak ada, hanya topeng datar, putih, dengan satu garis retakan di tengah, yang setiap detik bertambah panjang. “KUNCI… PINTU HARUS TERTUTUP.” Gelombang energi memukul gua, membuat batu-batu beterbangan, memaksa Ayu
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Bab 69 — Nyanyian Akhir
Asap masih menggantung di udara gua purba. Bau darah dan besi menempel di setiap tarikan napas. Reruntuhan batu memanas perlahan, diterangi cahaya samar dari retakan segel yang kini bercahaya merah. Ayundria berlutut, tangannya berlumuran debu dan darah. Ia tidak tahu mana milik dirinya dan mana milik orang lain. Di sebelahnya, Bill terengah-engah, satu tangannya menekan luka besar di bahu, satu lagi menggenggam pedangnya yang bergetar. Tak ada kata. Hanya tatapan kosong Seraphine yang penuh air mata. Torren yang sudah tidak bangun lagi, Kaelith yang tubuhnya perlahan larut dalam bayangan, dan Eldric yang tongkatnya retak di tengah, seolah ikut menyerah bersama pemiliknya. Namun bahkan di tengah kepedihan itu, mereka tahu tak ada waktu untuk meratap. Dunia tidak menunggu untuk sekedar menangisi kematian. Bill memaksa dirinya tertawa kecil, tapi suaranya malah terdengar seperti ratapan. “Yah… aku rasa pesta ini lebih brutal dari yang kuundang.” Tidak ada yang menjawab. Tapi justru
Last Updated: 2026-03-21
You may also like
Lucifer Guardian
Lucifer Guardian
Fantasi · Wupi Verlouna
2.3K views
Sabitah
Sabitah
Fantasi · Rein Senja
2.3K views
Paralaks Semesta
Paralaks Semesta
Fantasi · DarkBlue01
2.3K views
5 PEMBURU DUNIA BAWAH
5 PEMBURU DUNIA BAWAH
Fantasi · Prunuserrulataa
2.3K views
KAUM TERAKHIR
KAUM TERAKHIR
Fantasi · Kyna
2.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status